Menu

05 Jul 2020, 08:00 WIB

Benarkah Obat Antivirus HIV Efektif Untuk Pasien Covid-19? Ini Faktanya

Ilustrasi obat antivirus Covid-19. | Sumber Foto:Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa waktu lalu, sempat beredar kabar bahwa obat antivirus HIV bisa digunakan untuk pasien Covid-19. Dilansir dari suara.com, hal ini membuat masyarakat mencari tahu lebih dalam tentang keefektivitasan obat tersebut.

Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?

Dilansir dari Pharmafield, penelitian baru oleh Drug Research Research Unit (DSRU) di Southampton mengatakan bahwa tidak ada manfaat yang jelas dari antivirus HIV untuk pasien Covid-19.

Para peneliti menyaring lebih dari 460 makalah penelitian yang ada tentang obat kombinasi sebelum sepenuhnya menganalisis tujuh makalah untuk menilai manfaat dan risiko mengobati pasien dengan Covid-19 parah dengan lopinavir-ritonavir.

Studi risiko manfaat, yang diterbitkan dalam jurnal Drug Safety, menunjukkan lopinavir-ritonavir tidak memberikan perbedaan yang signifikan dalam waktu untuk peningkatan klinis dibandingkan dengan perawatan standar.

Peneliti DSRU mencatat lebih sedikit kasus sindrom gangguan pernapasan akut dengan lopinavir-ritonavir dibandingkan dengan perawatan standar (13 persem vs 27 persen) dalam satu penelitian.

Tampaknya juga ada lebih sedikit efek samping serius dengan lopinavir-ritonavir. Namun, terbatasnya jumlah data yang tersedia membuat para peneliti menyimpulkan profil risiko-manfaat untuk lopinavir-ritonavir untuk Covid-19 yang parah tidak dapat dianggap 'positif' sampai lebih banyak kemanjuran dan efektivitas data tersedia.

Temuan mendukung temuan dari University of Oxford RECOVERY percobaan acak melihat berbagai perawatan untuk Covid-19. Awal pekan ini (29/6/20) tim mengatakan lopinavir-ritonavir tidak menghasilkan manfaat klinis untuk pasien COVID-19 di rumah sakit.

Profesor Saad Shakir, Direktur DSRU, mengatakan: “Pandemi virus global berarti kita harus menemukan perawatan yang aman dan efektif dengan cepat. Lopinavir-ritonavir adalah antivirus yang biasanya digunakan untuk mengobati pasien HIV dan sekarang sedang diuji coba dalam beberapa penelitian pada pasien dengan Covid-19.

“Ini berarti manfaat dan risiko yang diketahui berkembang dan penelitian kami bertujuan untuk memberikan penilaian risiko-manfaat sistematis yang dapat dengan mudah diperbarui untuk mengevaluasi kembali skor risiko-manfaat ketika data baru tersedia.

“Saat ini, penelitian kami tidak menunjukkan manfaat yang jelas dalam mengobati pasien COVID-19 yang parah dengan lopinavir-ritonavir tetapi kami akan memantau temuan baru dan memperbarui evaluasi risiko-manfaat kami segera setelah tersedia.”

sumber: suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Rasa gatal pada organ intim perempuam mungkin bisa jadi disebabkan oleh pasangan laki-laki mereka. Bakteri vaginosis, infeksi yang sangat umum yang mempengaruhi hampir satu dari tiga (29...

SUKABUMIUPDATE.com - Soal dugaan klaster Covid-19 , juru Bicara Patra Jasa Rina Martha membenarkan adanya penghentian sementara pembangunan Graha Pertamina.  Mengutip Tempo.co, penghentian dilakukan karena ada prosedur protokol kesehatan yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kapal Rusia MV Rhosus memulai pelayarannya membawa 2.750 ton amonium nitrat dari pelabuhan di Batumi, Georgia dengan tujuan akhir Mozambik di satu hari tahun 2013. Mengutip Tempo.co, kapten...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyanyi Widi Mulia tak nampak saat Dwi Sasono diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). Menurut pengacara aktor 40 tahun ini, personel B3 tersebut sibuk dengan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya