Menu

01 Jun 2020, 04:00 WIB

Turunkan Kolesterol dengan Diet Lemak Tak Jenuh

Ilustrasi minyak zaitun. | Sumber Foto:Pixabay.com

SUKABUMIUPDATE.com - Buat orang dewasa gemuk yang sehat secara metabolis, konsumsi diet dengan lemak tak jenuh tinggi dan lemak jenuh rendah bisa membantu menurunkan kolesterol total sampai 10 poin menurut studi yang dilakukan peneliti Universitas Illinois (UI) di Amerika Serikat. Melansir dari tempo.co, ahli nutrisi UI menganalisis temuan dari hasil delapan percobaan acak terkontrol untuk meneliti pengaruh diet dengan jumlah kalori sama, namun dengan kandungan tinggi lemak jenuh atau lemak tidak jenuh, pada tingkat lipid darah dan komposisi tubuh orang dewasa dengan kelebihan berat badan dan gemuk.

Dibandingkan dengan timpalan mereka, subjek yang makan lebih banyak lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda, kolesterol totalnya turun lebih dari 10 milligram per desiliter. Namun, pengurangan individual low-density lipoprotein (LDL), yang dijuluki kolesterol jahat, dan konsentrasi trigliseridanya tipis, kata penulis utama studi Bridget A. Hannon.

Terlepas dari banyaknya lemak jenuh atau tak jenuh yang dikonsumsi, hanya yang menjalankan diet pembatasan kalori yang berat badannya turun menurut hasil studi itu. Lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal, yang biasa disebut lemak baik, ada dalam makanan seperti minyak zaitun, bunga matahari dan kanola, kacang dan biji-bijian, dan alpukat.

Mengonsumsi lemak-lemak tak jenuh ini berkaitan dengan risiko sakit jantung yang lebih rendah serta manfaat kesehatan lain. Sementara lemak-lemak jenuh, yang biasanya terkandung dalam produk hewani seperti mentega dan produk susu, berhubungan dengan kenaikan berat badan dan peningkatan risiko penyakit jantung.

Obesitas berkaitan dengan lebih dari 20 penyakit dan penurunan kolesterol total sedikitnya 10 poin membawa manfaat klinis, mencegah kejadian atau perkembangan kondisi-kondisi tersebut menurut para peneliti. Bahkan, jika orang yang sehat secara metabolis namun kelebihan berat badan belum memiliki gejala penyakit atau kondisi seperti diabetes tipe 2 atau sakit jantung,"Kita tahu kesehatan metabolis, dalam konteks obesitas, adalah kondisi tidak tetap yang tidak bisa bertahan dari waktu ke waktu dan individu ini berisiko menghadapi perkembangan komorbiditas berbeda," kata Sharon V. Thompson, peneliti lain yang ikut menulis hasil studi itu.

Penelitian yang hasilnya dipublikasikan di Annals of Nutrition and Metabolism itu diyakini sebagai studi pertama yang meneliti efek penggantian lemak jenuh dengan lemak tak jenuh dalam diet 660 lebih orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang sehat secara metabolis.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons keluhan salah seorang warganet yang melaporkan soal adanya kasus corona di sebuah pabrik di Cikarang, Jawa Barat. Dilansir dari suara.com, Kang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan lalu lintas dialami kendaraan wisatawan di Jalan Raya Palabuhanratu KM 29, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2020). Sebuah sedan Honda City dengan polisi B 1295...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua orang pasien Covid-19 di Kota Sukabumi dinyatakan sembuh. Mereka yang sembuh merupakan seorang laki-laki asal Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh dan seorang lagi perempuan asal Kelurahan Cipanengah,...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan pasien Covid-19 baru pada hari ini, Sabtu, 4 Juli 2020, sebanyak 1.447 orang. “Sehingga total menjadi 62.142 kasus,”...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya