Menu

30 Mei 2020, 04:00 WIB

Waspada Gejala Baru Covid-19 pada Anak, Mirip MIS-C

Ilustrasi anak sakit. | Sumber Foto:shutterstock.com

SUKABUMIUPDATE.com - Di awal pandemi COVID-19, anak-anak disebut sebagai kelompok usia yang relatif tidak rentan terinfeksi virus corona. Melansir dari tempo.co, namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan fakta bahwa tingkat penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia tergolong cukup tinggi sehingga harus membuat orang tua waspada.

Berdasarkan rilis resmi IDAI pada 18 Mei 2020, tak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap COVID-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, jumlah anak yang meninggal dunia dengan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 berjumlah 129 orang dari 3.324 anak yang dinyatakan sebagai PDP tersebut.

Tingginya kasus penularan virus corona pada anak-anak di Indonesia juga dibenarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Hingga 28 Mei 2020, total anak-anak yang terpapar COVID-19 mencapai 5 persen dari total kasus yang dilaporkan ke pemerintah.

Dampak virus corona pada anak ternyata tak seperti dugaan awal. Pada awal Maret 2020 lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan gejala COVID-19 pada anak-anak tidak fatal seperti orang dewasa. Namun belakangan, mereka merevisi pernyataan tersebut dengan menyebut bahwa gejala anak yang terinfeksi virus corona mirip dengan kondisi Multisystem Inflamatory Syndrome in Children (MIS-C).

MIS-C adalah kondisi ketika ada bagian tubuh anak yang meradang, seperti jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, hingga organ pencernaan. CDC menjelaskan virus corona memang ditemukan pada anak maupun orang dewasa yang menderita MIS-C.

Gejala MIS-C sendiri mirip dengan penyakit Kawasaki sehingga di awal kemunculannya, banyak laporan medis yang menyatakan demikian. Tanda-tanda infeksi virus corona pada anak tersebut adalah demam, sakit perut hingga diare, muntah, sakit leher, muncul ruam dan mata merah, dan merasa sangat lelah.

Dalam kasus yang parah, anak-anak yang terserang virus corona juga dapat memperlihatkan tanda kegawatdaruratan, seperti sesak napas, sakit perut parah, dan bibir serta wajah kebiruan. Jika sudah muncul tanda-tanda ini, segera bawa anak ke rumah sakit.

Anak-anak yang terinfeksi virus corona dengan gejala MIS-C bisa berujung pada komplikasi serius hingga kematian. Namun, sebagian besar anak bisa sembuh dengan pengobatan medis, terutama bila gejalanya ditemukan sejak awal.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dihentikan sementara sejak pandemi virus corona di Eropa pertengahan Maret silam, Liga Champions dan Liga Europa akan menuntaskan format babak gugur langsung dalam "final delapan" yang unik,...

SUKABUMIUPDATE.com - Tersangka kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur, Francois Abello Camille alias FAC (65) menyasar anak jalanan untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - RevoNEX, sebuah motor sport yang dikembangkan oleh pabrikan asal Taiwan, Kymco sempat 'cuma' dianggap sebagai angin lalu lantaran motor ini diduga bakal berakhir menjadi konsep. Dilansir dari suara.com,...

SUKABUMIUPDATE. com - Pencarian wisatawan asal Klaten yang hilang di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi oleh Tim SAR Gabungan di hari keempat belum membuahkan hasil. BACA JUGA: Dicari...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya