Menu

23 Mei 2020, 09:00 WIB

Jangan Cuma Nastar dan Opor, Ahli Gizi Ingatkan Makan Buah Saat Lebaran

Ilustrasi sajian buah saat lebaran. | Sumber Foto:shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Bersiap, saat lebaran nanti bakal banyak aneka makanan dengan kandungan santan tinggi seperti rendang, gulai hingga opor. Juga makanan dengan gula tinggi seperti nastar, kastengel, putri salju hingga kue kacang.

Dilansir dari suara.com, deretan makanan itu tentu tidak bagus jika dikonsumsi berlebihan di saat bersamaan. Itulah mengapa Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood Moch. Aldis Ruslialdi, SKM, CNWC menyarankan untuk menyajikan buah saat lebaran nanti.

"Kalau di keluarga saya kebiasaan itu udah dimulai sejak 3 tahun lalu. Responsnya juga bagus, karena kan kita pasti bosen dan jenuh dengan makanan yang sifatnya milk atau berat, jadi buah bisa membantu," ujar Moch. Aldis dalam bincang virtual bersama Nutrifood, Jumat (22/5/2020).

Ia mengatakan kandungan vitamin dan mineral pada buah juga akan membuat sensasi kenyang lebih cepat. Sehingga kalap saat lebaran bisa terkontrol dengan baik. Apalagi buah membuat sensasi segar di tengah makanan yang serba berat.

"Buah dengan cairan hidrasi vitamin mineral. Merasa sensasi kenyang jadi mencegah over eating. Hidangan nggak ada patokan harus berapa banyak (buahnya)," paparnya.

Jika pun merasa terlalu berat dikonsumsi begitu saja, bisa juga dikombinasikan buah dengan minuman. Seperti juga buah hingga jus timun karena mengandung banyak air, dan tentu saja pastikan tidak banyak menggunakan gula.

"Es buah jus timun juga bisa. Ingat gulanya kalau bisa jangan jadi tambah gula. Kalau bisa di kue basah dan minuman. Sajikan buah potong bisa menggantikan sensasi crunchy jadi es dessert," terangnya.

Sajian buah-buahan ini bisa dijadikan sebagai camilan sehat, sehingga tidak terus menerus kue dengan kadar gula tinggi. Terakhir saat makan lebaran untuk jangan lupa dengan konsep isi piringku.

"Panduan isi piringku. Proporsi makan harian pakai yang isi piringku. Panduan arahan panduan ketika makan di makanan utama. 2/3 makanan pokok, 1/6 lauk, 1/6 buah-buah 2/3 sayuran," tutupnya.

 

Sumber : suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu, 27 Mei 2020, mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan menjadi sumber pendanaan baru, di mana uang yang terkumpul di yayasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah Trump mengancam akan menutup situs web yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif. Dilansir...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah DKI Jakarta mensyaratkan mereka yang hendak masuk dan keluar wilayah Ibu Kota memiliki Surat Izin Keluar Masuk selama pandemi Covid-19. Dilansir dari tempo.co, jika tidak mengantongi...

SUKABUMIUPDATE.com - Lima mahasiswa terdakwa kasus meninggalnya Ipda Erwin dan terbakarnya tiga anggota Polres Cianjur dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh diputuskan bersalah. Terdakwa utama dijatuhi hukuman 12...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya