Menu

23 Mei 2020, 02:00 WIB

Ramadan, Ini Topik Kesehatan yang Paling Banyak Ditanyakan

Ilustrasi konsultasi kesehatan pria | Sumber Foto:pixabay.com

SUKABUMIUPDATE.com - Layanan konsultasi kesehatan daring menjadi pilihan masyarakat yang ingin berkonsultasi di tengah pembatasan sosial. Sebabnya, kunjungan ke dokter atau rumah sakit ditunda, kecuali untuk kondisi darurat.

Dilansir dari tempo.co, berikut lima keluhan kesehatan yang paling banyak ditanyakan selama Ramadan dalam konsultasi dengan dokter profesional lewat aplikasi telemedis GrabHealth.

Dispepsia

Dispepsia atau gangguan pencernaan adalah rasa sakit di bagian perut atas. Menurut dr Elizabeth Clarissa, mitra dokter dari Good Doctor Technology Indonesia, istilah ini mengacu pada gejala seperti kembung, perut tidak nyaman, mual, dan bersendawa.

Sebagian besar kasus gangguan pencernaan berkaitan dengan makan dan minum, jadi tak mengherankan keluhan ini paling banyak dikonsultasikan selama Ramadan. Dispepsia juga bisa dipicu pikiran stres dan kecemasan. Kemungkinan kecemasan dalam situasi pandemi COVID-19 juga menjadi faktor meningkatknya kondisi ini. Good Doctor mencatat 10 persen konsultasi di aplikasi membahas topik seputar dispepsia.

Gangguan kulit

Sembilan persen topik konsultasi membahas gangguan kulit, bukan cuma ketidaknyamanan internal, tapi juga masalah kulit topikal. Gangguan kulit juga bisa mencerminkan masalah kesehatan internal. Jadi, masalah seperti kulit kering, berjerawat, dan sensitif bisa terjadi karena pola makan dan tidur yang kurang baik.

Tips berpuasa untuk perempuan hamil dan menyusui

Sebanyak 7 persen konsultasi di aplikasi ini membahas tips berpuasa untuk perempuan hamil dan menyusui, menduduki peringkat ketiga topik yang paling banyak ditanyakan.

Pegal dan nyeri kepala

Dua kondisi ini kerap dialami dan perubahan pola tidur dan aktivitas fisik yang tak teratur selama Ramadan dapat menimbulkan keluhan tersebut. Sebanyak 5 persen konsultasi membahas gangguan ini.

Pola makan baik saat puasa

Gejala sakit dan masalah kesehatan dapat dihindari dengan adanya perubahan tata cara makan pada bulan puasa. Sebanyak 5 persen konsultasi membahas mengenai pola makan yang baik agar puasa berjalan dengan lancar dan bebas dari masalah kesehatan.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu, 27 Mei 2020, mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan menjadi sumber pendanaan baru, di mana uang yang terkumpul di yayasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah Trump mengancam akan menutup situs web yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif. Dilansir...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah DKI Jakarta mensyaratkan mereka yang hendak masuk dan keluar wilayah Ibu Kota memiliki Surat Izin Keluar Masuk selama pandemi Covid-19. Dilansir dari tempo.co, jika tidak mengantongi...

SUKABUMIUPDATE.com - Lima mahasiswa terdakwa kasus meninggalnya Ipda Erwin dan terbakarnya tiga anggota Polres Cianjur dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh diputuskan bersalah. Terdakwa utama dijatuhi hukuman 12...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya