Menu

23 Mei 2020, 07:00 WIB

Ini Tips Masak Hidangan Lebaran yang Lebih Sehat

Ilustrasi ketupat lebaran | Sumber Foto:shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Menu lebaran identik dengan masakan bersantan, seperti opor, gulai, hingga rendang. Pastinya ini jadi bumerang bagi penderita hipertensi, karena akan membuat kolesterol naik jika tidak berhati-hati.

Dilansir dari suara.com, jadi, bagaimana kiatnya agar tetap sehat dan jauh dari ancaman kolesterol naik saat menyantap hidangan lebaran?

Exexutive Chef Prashanti Hotel and Resorts, Chef Bahran, meminta para ibu yang memasak untuk kreatif. Alih-alih menggunakan santan, Anda bisa menggantinya dengan susu cair non fat yang banyak dijual di pasaran.

"Banyak orang yang takut karena kolesterol, tapi maunya pengen makan ketupat. Karena setelah lebaran tensi darah akan naik, supaya tetap sehat mungkin santan bisa diganti dengan susu non fat, atau opor bisa di ganti dengan soto ayam," ujar Chef Bahran beberapa waktu lalu dalam diskusi online.

Tapi bagi yang tidak bisa menyantap aneka hidangan lebaran tidak bersantan karena rasanya yang akan beda, Chef Bahran menyarankan agar tidak lupa minum teh hangat setelahnya, atau minuman lain yang bisa meluruhkan santan di dalam tubuh.

"Kalau kekeuh mau nyantap yang ada santannya, rendang dan gulai, jangan lupa minumnya teh hangat, dan jangan lupa jus ketimun dengan daun mint, dan makannya berhenti sebelum kenyang. Insyaallah sehat," tutupnya.

Sekedar informasi, pada dasarnya santan memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bernutrisi. Sebut saja satu gelas air santan 250 miligram, mengandung 5,5 gram protein. Protein ini sangat baik untuk tubuh memperbaiki jaringan yang rusak.

Tapi masalahnya adalah kandungan lemak dalam santan per satu gelas adalah 57 gram lemak. Apalagi kandungan lemaknya berjenis lemak jenuh.

Nah, inilah yang membuat kalori di tubuh jadi berlebih karena dirangsang asupan lemak, sehingga bisa memicu kenaikan berat badan dan kolesterol naik bagi penderita hipertensi.

 

Sumber : suara.com

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu, 27 Mei 2020, mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan menjadi sumber pendanaan baru, di mana uang yang terkumpul di yayasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah Trump mengancam akan menutup situs web yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif. Dilansir...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah DKI Jakarta mensyaratkan mereka yang hendak masuk dan keluar wilayah Ibu Kota memiliki Surat Izin Keluar Masuk selama pandemi Covid-19. Dilansir dari tempo.co, jika tidak mengantongi...

SUKABUMIUPDATE.com - Lima mahasiswa terdakwa kasus meninggalnya Ipda Erwin dan terbakarnya tiga anggota Polres Cianjur dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh diputuskan bersalah. Terdakwa utama dijatuhi hukuman 12...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya