Menu

11 Peb 2020, 14:00 WIB

Selain Bermanfaat untuk Ginjal, Petai Bisa Mengurangi Risiko Stroke dan Anemia

Ilustrasi petai. | Sumber Foto:(Pixabay.com/Endry Yana)

SUKABUMIUPDATE.com -  Petai atau parkia speciosa ternyata memiliki manfaat untuk kesehatan ginjal. Anda bisa merasakan manfaat petai untuk ginjal dengan mengetahui berbagai kandunganya mulai dari antioksidan, beta-sitosterol dan stigmasterol, siklik polisufida, hexathionine, serta triathiolane.

Petai mengandung antikoksidan bernama flavonoid dan asam tiazolidin-4-karboksilat. Antioksidan ini berfungsi membantu melawan radikal bebas yang dapat melemahkan fungsi ginjal dan menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes dan kanker. Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa petai merupakan tanaman dengan kandungan dan aktivitas antioksidan yang tinggi.

Petai juga mengandung beta-sitosterol dan stigmasterol yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Gula darah yang tidak terkontrol dengan baik, dapat menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ginjal. Manfaat petai untuk ginjal selanjutnya adalah mengurangi risiko infeksi ginjal yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri. Ekstrak biji petai mengandung siklik polisulfida, hexathionine dan trithiolane yang memiliki kemampuan antibakteri. Penelitian sementara menyebutkan, ekstrak biji petai paling efektif melawan golongan bakteri Gram-negatif.

Selain mengadung berbagai kandungan senyawa yang bermanfaat bagi ginjal, petai juga memiliki beragam manfaat untuk kesehatan lainnya.

1. Mengatasi anemia

Kandungan zat besi dalam petai dapat meningkatkan jumlah hemoglobin dalam darah yang sangat dibutuhkan penderita anemia.

2. Mengurangi risiko stroke dan jantung

Petai yang kaya akan kalium juga dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

3. Mengatasi mual

Petai memiliki efek antasida alami di dalam tubuh, yang berguna untuk memberikan efek lega dan mengatasi mual. Kondisi mual juga bisa reda karena kemampuan petai dalam meningkatkan kadar glukosa darah.

4. Menyehatkan mata

Kandungan vitamin A yang cukup tinggi dalam petai, yaitu sekitar 200 IU per 100 mg, membuat jenis kacang-kacangan ini sangat baik untuk menyehatkan kornea mata. 

5. Memberikan efek menenangkan

Sebuah penelitian menyebutkan, individu yang tengah mengalami stres merasa lebih baik setelah mengonsumsi petai. Kandungan triptofan sejenis protein di dalam petai diubah tubuh menjadi serotonin, dapat membuat Anda merasa rileks. Petai juga dipercaya mampu meningkatkan suasana hati dan membuat perasaan lebih nyaman.

Selain itu, kadar vitamin B yang begitu tinggi dalam petai dapat membuat sistem saraf pusat menjadi rileks. Tak heran, wanita yang mengalami premenstrual syndrome atau PMS disarankan untuk mengonsumsi petai. Sebab, kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengontrol gula darah serta memengaruhi suasana hati menjadi lebih baik.

Meski manfaat petai untuk ginjal dan kesehatan begitu banyak, mengonsumsi biji-bijian berbentuk pipih dan panjang ini secara berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan. Selain aroma yang ditimbulkan setelah memakannya dapat membuat sebagian orang tidak nyaman, petai juga dapat menimbulkan asam urat jika dikonsumsi secara berlebihan. Karena kandungan asam djenkolic-nya, mengonsumsi petai secara berlebihan dapat menyembabkan ureter tersumbat. Ureter adalah saluran yang mengantarkan urine dari ginjal menuju kandung kemih.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah lebih dari dua minggu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) karena terjangkit Virus Corona jenis baru atau COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi...

SUKABUMIUPDATE.com - Polsek Jampang Tengah menyita ratusan botol minuman keras (miras) yang dijual di tempat berkedok warung jamu di wilayah Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi. 202 botol miras tersebut disita dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah penelitian menunjukkan 8 persen pasien COVID-19 di Wuhan, Cina, menderita sakit kepala. Dilansir dari tempo.co, ini menunjukkan sakit kepala merupakan salah satu gejala yang diderita oleh...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah pusat mewajibkan masyarakat menggunakan masker jika berpergian ke luar rumah. Hal itu sesuai rekomendasi dari WHO (World Health Organization) sebagai upaya pencegahan Virus Corona atau Covid-19...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya