Menu

07 Sep 2019, 04:00 WIB

Viral Semangka yang Diduga Disuntik Pemanis, Begini Komentar Pakar

Ilustrasi: Viral Semangka yang Diduga Disuntik Pemanis, Begini Pendapat Pakar. | Sumber Foto:(Pixabay/PDIPics)

SUKABUMIUPDATE.com -  Viral Semangka yang Diduga Disuntik Pemanis, Begini Komentar Pakar.

Sebuah temuan netizen kembali jadi viral. Netizen dengan akun @ferry_noviandi awalnya mengunggah sebuah postingan buah semangka yang baru saja dibelinya. Namun saat dibuka, ia menduga semangka yang dibelinya adalah hasil dari suntikan yang diduga pemanis.

Saat dibuka, semangka tersebut memiliki warna yang merah cerah, segar dan pekat, tapi anehnya semangka tersebut tidak manis seperti warnanya, dan ada bagian bawah semangka yang terlihat menghitam bak bekas suntikan.

Mengapa bisa begitu? Benarkah semangka bisa disuntik agar warnanya bisa terlihat segar?

Ahli Gizi Prof. Hardiansyah, MS, PhD menilai sehebat-hebatnya manusia tidak ada yang bisa menciptakan buah termasuk semangka yang direkayasa dari sisi pewarnaan.

"Semuanya itu ciptaan tuhan yang tumbuh oleh petani, nggak ada sampai sekarang semangka buatan," ujar Prof Hadiansyah membuka obrolan saat dihubungi Suara.com, Kamis, (5/9/2019).

Jika ada kesalahan, waktu pembelian jadi faktor penentu konsumen salah memilih buah yang telah mendapat suntikan.

"Masalahnya orang itu beli buahnya malem atau siang, kalau siang bisa dicermati beli mulus atau tidak, bekas tusukan atau tidak, ada bekas tusukan jangan dipilih, karena konsumen punya hak untuk memilih," jelas Prof. Hardiansyah

Sang ahli gizi mempertanyakan polemik semangka yang diduga mendapat suntikan itu, apa jenis suntikan yang digunakan. Ia menganjurkan, jika semangka tersebut benar diduga hasil suntikan, tentu perlu ditelusuri lebih jauh zat apa yang disuntikannya.

"Itu gosip isu atau benar hoax, semangka jadi manis kalau disuntik, sebenarnya semangka banyak jenisnya pada umumnya sudah manis ya, bahwa ada musim hujan kadar airnya lebih banyak nggak semanis ketika musim panas," ungkapnya.

Prof. Hardiansyah mengatakan, jika suntikannya mengandung gula, maka cara mengeceknya cenderung mudah. Misalnya jika sudah dipotong bisa dicelupkan dalam air mineral, jika air itu menjadi manis maka patut dicurigai.

Pada kesempatan lain, Dokter Ahli Gizi Jovita juga ikut berkomentar. Ia mengatakan bisa saja semangka itu disuntik zat pewarna. Tapi pertanyaannya apakah pewarnanya, pewarna makanan atau pewarna tekstil yang tidak boleh dimakan manusia.

"Bukan dari kadar gizinya, itu lebih ke racun, kalau bukan pewarna makanan bukan untuk kita makan kan. Saya juga nggak ngerti pewarna tekstil pasti kan mentingin itu aman atau tidak karena namanya saja sudah tidak untuk dimakan kan. Jadi ada kandungan bahaya di dalamnya," ungkap dr. Jovita

Baik Prof. Hardiansyah maupun dr. Jovita, keduanya tidak pernah mendapati buah semangka yang direkayasa, disuntik atau parahnya kena tipu.

Prof Hardiansyah bahkan berbagi tips saat memilih buah dengan mayoritas kandungan air yang banyak seperti semangka.

"Dari sisi warna (semangka yang matang) lebih gelap, kalau muda nggak gelap, kalau dipukul lebih mantap karena airnya sudah matang," paparnya.

Sementara itu selain kandungan airnya 80 persen, semangka mengandung beragam zat penting seperti karbohidrat, fruitoksa (kandungan gula dalam buah).

"85 persen semangka mengandung air karena menyenangkan. Vitamin C betakaroten, vitamin A baik buat tubuh, ada fosfor, berapa sains mineral juga ada," tutup Prof. Hardianysah

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pencarian Muhammad Akbar (15 tahun) yang hanyut terbawa arus Sungai Cibeber, di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi kembali dilakukan Jumat (14/8/2020).  Kepala Pos Basarnas Sukabumi, Faber Sinaga...

SUKABUMIUPDATE.com - Abrasi mengancam pemukiman warga pesisir Pantai Cipatuguran, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Abrasi yang terjadi di Kampung Cipatuguran saat ini semakin mengkhawatirkan dan mengancam rumah warga...

SUKABUMIUPDATE.com - Naksir seseorang bisa mendebarkan sekaligus menakutkan, pada saat yang bersamaan. Meski suasana hati terasa bahagia, tetapi juga bisa membuat Anda rentan. Secara alami, Anda pasti ingin mengawasi...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian relawan uji klinis vaksin Covid-19 mengaku tetap sehat pasca suntikan pertama yang diterima pada Selasa 11 Agustus 2020. Hari itu sekaligus hari pertama pelaksanaan uji klinis...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya