Menu

Rabu, 07 Agustus 2019, 05:30 WIB

Gadis Kecil Idap Kanker Ginjal gegara Suka Makan Manis, Ada Hubungannya?

Donat merupakan salah satu makanan manis yang digemari anak-anak. | Sumber Foto:(Shutterstock).

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang gadis kecil asal China dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 30 hari setelah didiagnosis idap kanker ginjal.

Berdasarkan laporan orangtuanya, putrinya itu ternyata terbiasa mengonsumsi dessert yang dibuat sang ayah serta bubble tea setiap hari.

Dokter menduga kebiasaan ini lah yang menyebabkan gadis kecil tersebut terkena kanker ginjal.

Menurut sang dokter, yang dilansir World of Buzz, mengonsumsi makanan manis dalam jumlah berlebihan memang tidak baik untuk ginjal.

Hal ini didukung oleh laporan dari laman Kidney.org. Gula memang tidak secara langsung memengaruhi ginjal, tetapi akan menjadi masalah jika kadar gula dalam darah terlalu tinggi. Ini terjadi pada penyakit diabetes 1 dan tipe 2.

Setelah kadar gula darah lebih tinggi dari 180 mg / dl, ginjal mulai menumpahkan gula ke dalam urin. 

Semakin tinggi gula darah, semakin banyak gula yang keluar dalam urin. Jika ginjal normal, biasanya ini bukan masalah, tetapi jika Anda menderita diabetes, terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

S. Adam Ramin, MD, ahli urologi dan direktur medis Spesialis Kanker Urologi di Los Angeles, menjelaskan dalam laman health.usnews.com, diabetes meningkatkan kadar glukosa di luar keseimbangan normal dan dapat mengakibatkan sejumlah gejala dan risiko kesehatan. Termasuk kerusakan ginjal dan peningkatan risiko kanker ginjal.

Kanker ginjal, atau dalam hal ini karsinoma sel ginjal, adalah jenis yang dimulai pada lapisan tabung kecil yang terletak di dalam ginjal.

Sayangnya, sejumlah besar kasus kanker ginjal jenis ini tidak menimbulkan gejala yang jelas sampai kanker telah berkembang ke tahap selanjutnya.

Setelah itu terjadi, tanda-tanda dan gejala dapat termasuk darah dalam urin, massa di perut, nyeri samping yang tampaknya tidak hilang, nafsu makan berkurang, penurunan berat badan yang tidak disengaja hingga anemia.

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUDPATE.com - Puluhan anak ular kobra yang meneror warga di perumahan Royal Citayam Residence telah dipastikan berasal dari jenis Kobra Jawa atau Naza Sputaterix. Yang mengejutkan, jenis ular kobra...

SUKABUMIUPDATE.com - Dua pimpinan partai politik baru saja melakukan pertemuan khusus. Keduanya tak lain adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi Hendar Darsono dan Bendahara Umum PAN Jawa Barat...

SUKABUMIUPDATE.com - Sederet pertandingan Liga Champions akan kembali bergulir tengah pekan ini. Laga kali ini sekaligus menjadi jalan terakhir bagi Liverpool, Inter Milan, dan Chelsea untuk merebut tiket sisa...

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi, Deni Hendrawan menegaskan, pihaknya belum menerima laporan terkait dengan maraknya Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ di objek wisata...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya