Menu

05 Nov 2018, 07:30 WIB

Agar Tidak Diakses Anak-Anak, Ini Syarat Utama Rokok

Ilustrasi anak merokok. | Sumber Foto:theatlantic.com

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan rokok sudah seharusnya dibuat mahal agar akses anak-anak, remaja dan rumah tangga miskin terhadap rokok semakin dipersempit.

"Menaikkan tarif cukai rokok adalah salah satu upaya penting dalam mengendalikan akses rokok, terutama bagi anak-anak dan remaja," kata Tigor dihubungi di Jakarta, Minggu 4 November 2018.

Tigor mengatakan anak dan remaja merokok secara terang-terangan di ruang publik tanpa takut dan malu sudah menjadi pemandangan baru di Indonesia.

Anak-anak dan remaja merupakan target utama industri rokok untuk menjadi perokok baru sehingga industri bisa tetap mempertahankan bisnisnya bahkan menaikkan penjualan.

"Harga rokok mahal adalah alasan logis bila kita mau menjauhkan rokok agar tidak mudah diakses anak-anak sehingga perokok pemula tidak bertambah di masa mendatang," katanya.

Menurut Tigor, keputusan pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok pada 2019 merupakan sikap yang bertentangan dengan upaya menjauhkan akses anak-anak dan remaja terhadap rokok. "Tidak menaikkan tarif cukai rokok berarti membiarkan anak-anak mudah mengakses rokok," ujarnya.

Rapat Kabinet pada Jumat (2/11) memutuskan tidak ada kenaikan cukai rokok pada 2019 sekaligus menunda penyederhanaan tarif cukai tembakau seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com -  Apakah saat ini Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dimiliki telah habis masa berlakunya? Jangan tergesa-gesa atau panik. Sembari mengagendakan akan mengurus perpanjangan, simak keterangan yang diberikan oleh...

SUKABUMIUPDATE.com - Salah seorang jemaah haji Sukabumi mengaku kecewa dengan keputusan Pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan pemberangkatan haji pada tahun ini. "Sebenarnya saya kecewa tak bisa berangkat tahun ini, tapi...

SUKABUMIUPDATE.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi kembali mencatat penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) terhitung hari ini, Rabu (3/6/2020). Dari data terbaru,...

SUKABUMIUPDATE.com - Mantan karyawan perkebunan karet PT Talaga Kantjana di Kampung Ciragil, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, masih belum juga mendapatkan haknya setelah pemutusan hubungan kerja (PHK). Padahal...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya