Menu

23 Agu 2018, 08:52 WIB

3 Bahaya Kesehatan akibat Mengemas Makanan dengan Plastik

Makanan dibungkus plastik. | Sumber Foto:keluargakokoh.com

SUKABUMIUPDATE.com - Plastik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Salah satu penggunaan plastik sehari-hari adalah untuk wadah makanan.

Namun, ternyata penggunaan plastik untuk wadah makanan memiliki bahaya tersendiri, terutama bagi kesehatan. Berikut alasan harus menghindari plastik sebagai wadah makanan, dilansir dari Boldsky.

1. Dapat menambah berat badan
Plastik mengandung Bisphenol A (BPA), senyawa yang bertindak seperti estrogen dalam tubuh manusia dan berikatan dengan reseptor estrogen dalam tubuh. Senyawa ini mengganggu kerja tubuh dan dapat meningkatkan berat badan serta resistensi insulin.  Beberapa penelitian telah mengaitkan paparan BPA dengan obesitas dan penambahan berat badan. Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa paparan BPA meningkatkan jumlah sel-sel lemak dalam tubuh.

<iframe id="google_ads_iframe_/14056285/tempo.co/desktop_cantik_inarticle_0" style="vertical-align: bottom; height: 1px; width: 1px; border-width: 0px; padding: 0px; margin: 0px;" title="3rd party ad content" name="google_ads_iframe_/14056285/tempo.co/desktop_cantik_inarticle_0" width="1" height="1" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe> 2. Makan tercemar senyawa berbahaya
Memanaskan makanan menggunakan microwave dalam wadah plastik tidak dianjurkan karena plastik memiliki kecenderungan untuk melepaskan senyawa kimia berbahaya setelah dipanaskan.

Senyawa berbahaya dalam plastik yang bersentuhan dengan hormon estrogen di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, seperti jantung, diabetes, gangguan saraf, kanker, disfungsi tiroid, dan banyak lagi.

3. Menyebabkan masalah kesuburan
Phthalate adalah bahan kimia berbahaya lain yang digunakan untuk membuat plastik menjadi lunak dan fleksibel. Bahan kimia tersebut sering ditemukan dalam wadah makanan, produk kecantikan, mainan, dan cat. Zat kimia beracun ini memiliki efek negatif pada kekebalan dan pengaturan hormon, yang keduanya secara langsung mempengaruhi kesuburan.

Selain itu, BPA juga dapat menyebabkan keguguran dan membuat wanita sulit hamil. Penelitian juga menunjukkan bahwa racun yang ditemukan dalam plastik dapat menyebabkan cacat lahir dan masalah perkembangan pada anak-anak.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Polsek Jampang Tengah menyita ratusan botol minuman keras (miras) yang dijual di tempat berkedok warung jamu di wilayah Jampang Tengah Kabupaten Sukabumi. 202 botol miras tersebut disita dalam...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah penelitian menunjukkan 8 persen pasien COVID-19 di Wuhan, Cina, menderita sakit kepala. Dilansir dari tempo.co, ini menunjukkan sakit kepala merupakan salah satu gejala yang diderita oleh...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah pusat mewajibkan masyarakat menggunakan masker jika berpergian ke luar rumah. Hal itu sesuai rekomendasi dari WHO (World Health Organization) sebagai upaya pencegahan Virus Corona atau Covid-19...

SUKABUMIUPDATE.com - Satu unit rumah semi permanen di Kampung Cijumre RT 02/03 Desa Citanglar, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ludes terbakar pada Senin (6/4/2020) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Informasi yang...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya