Menu

13 Peb 2017, 21:28 WIB

Dilarang Tidur di Sofa, Tidak Baik untuk Kesehatan

Sofa Hartley. | Sumber Foto:dfs.co.uk

SUKABUMIUPDATE.com - Kita mungkin sering mengalami, merasa mengantuk saat sedang menonton televisi atau membaca sambal duduk di sofa. Akibatnya, kita tertidur di sofa tersebut, apalagi bila sofa tersebut empuk dan lembut, sehingga sering dijadikan tempat tidur.

Akan tetapi, tidur di sofa sebenarnya tidak baik untuk tubuh, kecuali bila dilakukan sebentar saja, misalnya untuk tidur siang selama beberapa menit. Tapi hindari tidur di sofa selama semalaman, apalagi bila terlalu sering, bahkan setiap malam. Ranjang tetaplah tempat yang paling tepat untuk beristirahat.

Menurut Sleep.org, tidur di sofa tak berbeda dengan tidur di atas kasur yang salah. Pertimbangkanlah dampak buruk tidur di sofa bagi tubuh. Tempat tidur yang ideal harus memberikan ruang yang cukup bagi tubuh dan juga mendukung postur, apapun posisi tidur kita, atau berarti tubuh beristirahat dalam posisi yang netral dan sehat dari ujung kepala sampai kaki.

Bila permukaan tempat tidur terlalu lembut atau keras, posisi tulang belakang tak akan sempurna sehingga kita akan bangun dengan rasa pegal dan nyeri. Kebanyakan sofa lebih lembut dari kasur dan membuat kita tenggalam semakin dalam di tempat tidur dan membuat postur makin jauh dari sempurna.

Belum lagi posisi kepala yang selalu berubah. Kadang kita memilih tidur dengan bantal, bantal kursi, atau di lengan sofa dan membuat posisi tubuh semakin jauh dari sempurna. Dan bila kita tertidur saat menonton televisi atau membaca, maka sering kita belum mengenakan pakaian yang pas untuk tidur dan kian memperburuk kondisi tubuh.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah material sofa. Material yang berbeda berarti tidak sama pula dalam mengkonduksi panas, dan mengakibatkan kita merasa kepanasan atau kedinginan saat tidur. Dalam sebuah jajak pendapat di Amerika Serikat pada 2012, sebanyak 86 persen responden menyatakan ranjang dan seprai yang nyaman sangat penting untuk menunjang tidur yang berkualitas.

Sumber: Tempo

Sumber : dfs.co.uk
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Desa Bojongjengkol menanggapi permasalahan Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu dan dugaan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) milik janda di Kampung Segel RT...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan penambahan kasus Covid-19 atau pasien terkonfirmasi positif Corona sebanyak 1.671 orang pada hari ini, 11 Juli 2020. "Sehingga total...

Oleh: Milah Nurhasanah (Mahasiswa Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi, Jurusan Menejemen) Setalah tiga bulan lamanya sosial distance karena adanya wabah Corona baru-baru ini pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan baru untuk memberlakukan "new...

SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Sudjarno mengatakan bahwa pihaknya terus menggodok persiapan Liga 2 musim 2020 di tengah pandemi COVID-19. "Persiapan terus dilakukan. Salah satu...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya