Menu

28 Okt 2019, 23:00 WIB

Film Joker Telan Korban, Pemuda Bunuh Diri dan Disiarkan Langsung

Aktor Joaquin Phoenix menghadiri pemutaran perdana film terbarunya "Joker" di Los Angeles, California, AS, Jumat, 28 September 2019. Joaquin merupakan pemeran Arthur Fleck alias Joker dalam film ini. | Sumber Foto:REUTERS/Mario Anzuoni

SUKABUMIUPDATE.com -  Film Joker disebut-sebut berbahaya ditonton oleh orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Seorang remaja dari Rusia, melakukan aksi bunuh diri setelah menonton film tersebut pekan lalu.

Dikutip dari Scoop Square, remaja 18 tahun bernama Gleb Korabljov menyiarkan langsung cara ia membunuh dirinya di media sosial. "Beristirahat dengan tenang, saya benar-beanr kasihan terhadap ibu, ayah, dan saudara kandungnya jika ada," tulis salah satu netizen yang melihat adegan bunuh diri tersebut, Senin, 28 Oktober 2019.

Video bunuh diri tersebut ditonton sebanyak 10 juta kali. Saat melakukan hal tersebut Gleb merujuk pada sebuah adegan dalam film Joker. Setelah melontarkan kata-kata kasar, ia memegang sebuah pistol dan mengarahkan ke kepalanya. Kemudian, ia menarik pemantik pistol tersebut hingga kepalanya pecah.

Sebelumnya, spesialis kesehatan jiwa Heriani mengatakan orang dengan masalah mental, diimbau tidak menyaksikan aksi Joaquin Phoenix dalam film terbarunya ini. Apabila ditonton oleh orang yang mengalami gangguan mental, rasa sakit yang diderita pun akan semakin parah.

“Karena seperti berkaca dan membuka luka lama dari apa yang pernah mereka alami. Bukannya sembuh, masalah kejiwaannya justru bisa kumat dan semakin menjadi-jadi,” katanya dalam acara Prevent Suicide by Loving Yourself.

Menurutnya, menonton film Joker bagi orang yang menderita masalah mental bisa menimbulkan justifikasi untuk melakukan kejahatan sebab dalam cerita, Joker menjadi jahat dan gemar membunuh karena rasa sakit yang dialami.

“Kalau mereka mencontoh, ini sangat membahayakan. Orang sekitar menjadi target dan akhirnya meresahkan banyak pihak,” kata Heriani.

Jangan remehkan depresi. Untuk bantuan krisis kejiwaan atau tindak pencegahan bunuh diri di Indonesia, bisa menghubungi :

- Yayasan Pulih (021) 78842580

- Into The Light @IntoTheLightID

- Indonesian Psychological Healthcare Center (021) 29651163

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Indonesia juga masih dihantui ancaman penyakit TBC atau Tuberculosis. Dilansir dari Suara.com, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung,...

SUKABUMIUPDATE.com - Sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran hoaks oleh tiga terdakwa petinggi "Kekaisaran" Sunda Empire kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (7/7/2020). Mengutip Suara.com, dalam sidang kali ini, jaksa...

SUKABUMIUPDATE.com - Jerinx SID kembali dibuat kesal lantaran aku Instagramnya tidak bisa melakukan siaran langsung atau live. Jerinx menduga bahwa selama ini Instagram dikelola oleh pihak yang mendukung WHO. "WHAT...

SUKABUMIUPDATE.com - Puskesmas Nagrak kembali mencatat penambahan jumlah warga terdampak keracunan massal di Kampung Selaawi, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (7/7/2020). BACA JUGA: Korban Keracunan Massal di Nagrak Sukabumi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya