Menu

29 Jul 2019, 08:00 WIB

Cerita Muhammadiyah - NU Cari Tokoh Film Jejak Langkah Dua Ulama

Foto bersama sutradara dan produser film Jejak Langkah 2 Ulama dengan Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Solahuddin Wahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, dan Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah Sukriyanto AR di Ged | Sumber Foto:TEMPO/Pito Agustin Rudiana.

SUKABUMIUPDATE.com - Ormas Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama atau NU tengah menggarap film Jejak Langkah Dua Ulama. Film ini berkisah tentang pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan dan pendiri NU, Hasyim Asy'ari.

Produser film Jejak Langkah Dua Ulama ini adalah Andika Prabhangkara dari Lembaga Seni Budaya dan Olahraga atau LSBO PP Muhammadiyah dan Abdullah Aminuddin Azis dari Pondok Pesantren Tebu Ireng. Sutradaranya Sigit Ariansyah. Rencananya, film tersebut akan diputar dengan berkeliling ke pesantren dan sekolah pada September - Oktober 2019.

Ketua LSBO PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR menceritakan bagaimana lembaganya mencari tokoh Ahmad Dahlan versi anak, remaja, dan dewasa. Menurut dia, baik Muhammadiyah maupun NU sama-sama mencari kader masing-masing untuk berperan dalam film Jejak Langkah Dua Ulama.

"Kami tidak bergantung kepada bintang film dan sutradara terkenal. Kami mau mengorbitkan penulis skenario, sutradara, dan pemain dari kader," kata Sukriyanto AR di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta. Proses audisi dan casting untuk menemukan dan menentukan calon pemain Ahmad Dahlan cukup pelik.

Ribuan santri dari berbagai daerah mendaftar untuk berperan sebagai Ahmad Dahlan. Mereka kemudian diseleksi sampai tersaring menjadi 700 orang. "Sampai hari kedua casting, sudah dapat pemain tapi belum final," kata Andika Prabhangkara.

Musababnya, ada peserta yang dari sisi penampilan mirip Ahmad Dahlan, tapi tak bisa akting. "Ada juga yang sebaliknya, bisa akting tapi tak mirip (Ahmad Dahlan)." Dari keturunan Ahmad Dahlan sendiri, menurut Andika Prabhangkara, tak ada yang ikut mendaftar.

Kondisi berbeda dengan yang terjadi di NU. Sutradara Sigit Ariansyah mengatakan sudah ada pemeran Hasyim Asy’ari tua, yakni Gus Rizal. Dia adalah putra Yusuf Asy’ari atau cucu dari Hasyim Asy’ari. Adapun pemeran Hasyim Asy'ari muda adalah Ustad Sidqi Mudzakir yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Tebu Ireng.

"Tak peduli siapa dia, asalkan bisa akting, mirip, dan memenuhi syarat," kata Sigit. "Dan cocok baik dari pihak Muhammadiyah dan NU."

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta dan sekitarnya akan memasuki minggu keempat social distancing. Pemerintah terus mengimbau agar membatasi aktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko penyebaran virus...

SUKABUMIUPDATE.com - Kebijakan social distancing serta physical distancing yang diterapkan di berbagai negara telah membuat orang-orang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Dilansir dari suara.com, meski ada yang mulai...

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana tanah longsor menerjang Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/4/2020) malam. Akibat kejadian ini sebuah rumah di Kampung Sundawenang RT 25/11, Desa Sundangwenang, rusak setelah tertimpa...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyebaran Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, sulit dihindari saat ini. Melansir dari tempo.co, itu sebabnya Anda disarankan untuk tetap berada di rumah melakukan social...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya