Menu

31 Mei 2019, 20:32 WIB

Syahrini Jual Mukena Laris, Ditjen Pajak Hitung Nilai Pajaknya

Detail mukena Fatimah Syahrini yang dirancang oleh Syahrini. | Sumber Foto:Instagram/@princesssyahrini

SUKABUMIUPDATE.com - Penyanyi Syahrini mendulang rezeki besar dalam Ramadan kali ini. Ia berhasil menjual mukena Syahrini  5.000 lembar hanya dalam sepekan saja. Padahal, harga mukena Syahrini ini dibanderol amat mahal, per lembar Rp 3,5 juta.

Syahrini pun mengabarkan mukenanya untuk warna pink dan beige sudah ludes terjual. “Terima kasih customer Incess tersayang, yang sudah membeli mukena indah Incess,” tulis Syahrini dalam unggahan di Instagram storiesnya, Senin, 27 Mei 2019.

Kabar penjualan mukena bermerek Fatimah Syahrini ini segera menarik perhatian Direktorat Jenderal Pajak RI. Melalui akun resmi Twitternya @DitjenPajakRI, penjualan ini dihitung nilai pajaknya. Meski tidak menyebut nama Syahrini, netizen paham cuitan yang diunggah pada Rabu siang, 29 Mei 2019 itu dimaksudkan sebagai sindiran agar istri Reino Barack ini membayarkan pajaknya.

“Penjualan mukena 5000 buah @ Rp 3,5 juta. Rp 3,500.000 x 5000 = Rp 17,5 Miliar. PPN 10 % = Rp 1,75 Miliar,” demikian isi cuitan resmi Direktorat Jenderal Pajak ini.

Wikipediawan pencinta Bahasa Indonesia, Ivan Lanin pun ikut membalas cuitan itu dengan balasan pendek, “#tanpamenyebut.” “Baik banget sampai dibantu ngitung sama adminnya,” cuit @alvincristvnto.

Cuitan Direktorat Jenderal Pajak soal nilai pajak mukena Syahrini ini diunggah ulang oleh akun gosip untuk memberikan kesempatan kepada netizen yang jarang menggunakan Twitter.  “Niat mau pamer, langsung shock dengan postingan @ditjenpajakri,” komentar netizen di salah satu akun gosip di Instagram. “Auto Incess pusiang tujuh keliling,” kata netizen lainnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah lebih dari dua minggu dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) karena terjangkit Virus Corona jenis baru atau COVID-19, kondisi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya