Menu

30 Mar 2019, 06:40 WIB

Pendiri Masjid Kubah Mas Meninggal Karena Sakit Paru-paru

Masjid kubah emas dibangun oleh Dian Djuriah Rais binti Muhammad Rais, pengusaha asal Banten. Pembangunan masjid yang dikenal karena bagian kubahnya dilapisi emas 22 karat ini dimulai pada 2001 dan selesai akhir 2006. | Sumber Foto:Dok. TEMPO/ Ramdani

SUKABUMIUPDATE.com - Dian Djuriah Rais Binti H. Muhammad Rais atau akrab disapa Dian Al Mahri pendiri Masjid Kubah Mas meninggal tadi pagi sekitar pukul 02.30 WIB.

Dian meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) setelah sekitar satu minggu mendapat perawatan intensif.

Jenazah almarhumah Dian Djuriah dishalatkan di Masjid Kubas Emas, Depok, Jawa Barat, usai shalat Jumat.

Setelah dishalatkan, keranda jenazah Dian Al Mahri kemudian digotong perwakilan keluarga menuju halaman masjid untuk dimakamkan di sana. Jenazah pendiri Masjid Kubah Emas itu tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 13.00 WIB.

Adli Sudjatmiko selaku cucu pertama dari almarhumah Dian Al Mahri mengatakan, sang nenek meninggal dunia akibat penyakit paru.

"Paru- paru. Bukan jantung, bukan," kata Adli kepada Tabloidbintang.com saat ditemui setelah pemakaman di Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, Jumat, 29 Maret 2019.

Selain penyakit paru, Dian Al Mahri juga menderita penyakit kanker sejak sekitar 4 tahun silam. Dia sudah sempat menjalani perawatan di luar negeri akibat penyakit kanker yang dideritanya tersebut. "Kankernya ada juga," tutur Adli Sudjatmiko lebih lanjut.

Sebelumnya kabar meninggalkan Din Djuriah tersiar sejak tadi pagi. Sosoknya dikenal sebagai pemilik Masjid Dian Al Mahri yang terletak di Kecamatan Limo, Kota Depok.

Masjid tersebut diresmikan 31 Desember 2006. Kemegahannya memang cukup monumental mengingat desain dan arsitekur yang mengilhami pembangunannya. Masjid Kubah Mas memiliki luas 8000 meter persegi di tengah lahan 70 hektar.

Bangunan masjid ini terkenal dengan lima kubah utamanya yang melambangkan rukun Islam dilapisi mozaik berlapis emas 24 karat. Demikian pula enam rukun iman yang diwujudkan dalam bentuk enam minaret (menara) yang setiap kubah di puncaknya juga dilapisi mozaik berlapis emas 24 karat.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Erick menjelaskan bantuan kali ini akan berfokus kepada 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000...

SUKABUMIUPDATE.com – Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Ciracap Kabupaten Sukabumi akan ditutup sementara selama penerapan protokol kesehatan covid-19. Hal ini dilakukan setelah tiga pegawai BRI Ciracap terkonfirmasi positif...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 1.882 orang pada Kamis, 6 Agustus 2020. Dilansir dari tempo.co, dengan penambahan itu, angka kumulatif pasien positif...

SUKABUMIKUPDATE.com - Universitas Nusa Putra (NPU) membebaskan biaya kuliah selama satu semester kepada 400 orang mahasiswa-mahasiswi terdampak pandemi Covid-19 atau virus Corona. Hal itu sebagai salah satu upaya dalam...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya