Menu

11 Peb 2019, 07:30 WIB

Cerita Ridwan Kamil Bintangi Film Dilan 1991

Para pemain film Dilan 1991 seperti Vanesha Prescilla juga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang berperan sebagai kepala sekolah di Bandung, Ahad, 10 Februari 2019. | Sumber Foto:(TEMPO/ANWAR SISWADI)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut terlibat dalam syuting film drama Dilan 1991. Film lanjutan Dilan 1990 rencananya akan tayang perdana di seluruh bioskop di Bandung pada 24 Februari 2019.

“Saya hanya syuting selama satu jam sesuai waktu yang ada,” kata Ridwan Kamil di rumah dinas Gedung Pakuan Bandung, Ahad, 10 Februari 2019.

Emil telah terlibat dalam pembuatan film Dilan 1990 semasa menjabat sebagai Walikota Bandung. Perannya berlanjut ke film lanjutannya Dilan 1991 ketika baru menjadi Gubernur Jawa Barat. Perannya sebagai kepala SMA di sekolah Dilan. “Saya boleh ikut dan tidak boleh dibayar karena melanggar etika,” ujar Ridwan Kamil.

Walaupun waktu syuting hanya satu jam, dia mengaku senang karena dialognya lebih panjang daripada film Dilan 1990. Ia tidak kesulitan berperan sebagai kepala sekolah karena mengalami masa SMA di Bandung pada era 1990 seperti latar di film Dilan. “Tahun 1990 akhir SMA mau ke universitas, ketemu Bu Cinta (istrinya) 1995 masih layang-layang putus,” kata Ridwan Kamil.

Sementara itu salah seorang sutradara film Dilan, Fajar Bustomi mengatakan, pembuatan film itu hingga tuntas banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak di Bandung. Selain Ridwan Kamil, warga Bandung disebutnya menyambut mereka dengan ramah. “Sehingga syuting film berjalan lancar,” ujar Fajar di Bandung.

Digaetnya Ridwan Kamil dalam film Dilan, kata dia, berdasarkan beberapa alasan. Sosok Ridwan Kamil dinilai pas dengan karakter kepala sekolah yang baik seperti di novel karangan Pidi Baiq itu. “Sosok juga harus tepat tidak sekedar rame-ramean doang,” kata Fajar.

Dalih lainnya terkait dengan jumlah pengikut akun media sosial Ridwan Kamil. “Jumlahnya 14 juta orang sehingga bisa bantu promosi film,” ujar Fajar. Ridwan Kamil tidak keberatan dengan alasan itu. “Kalau eksistensi saya bernilai jual silakan saja,” kata dia.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

Oleh: Farid Gaban Untuk Indonesia, persepsi buruk tentang koperasi mungkin benar sahih. Namun, di tingkat global, koperasi memiliki peran ekonomi-sosial yang sangat penting. Termasuk di negeri-negeri yang kita kenal sebagai...

SUKABUMIUPDATE.com - Intelligence quotient atau IQ sering jadi ukuran kecerdasan seseorang. Semakin tinggi IQ yang dimiliki, semakin cerdas pula orang tersebut. Mengutip Tempo.co, ternyata IQ tinggi bukanlah satu-satunya tanda orang...

Oleh: Farid Gaban  Hari ini (12 Juli) kita memperingati dan merayakan Hari Koperasi ke-73. Tapi, apa sebenarnya yang bisa dirayakan dari koperasi di Indonesia? Dengan sedih harus saya katakan, tidak...

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil pemeriksaan medis terhadap jenazah Dayat Sudrajat (63 tahun) tak memperlihatkan ada tanda-tanda kekerasan. Diberitakan sebelumnya, Dayat ditemukan tewas di rumah kosong di Kampung Selakopi RT 04/04 Desa...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya