Menu

29 Sep 2020, 03:00 WIB

Pentingnya Keluarga Lakukan Perilaku Hidup Sehat untuk Pencegahan COVID-19

Ilustrasi liburan keluarga. | Sumber Foto: (pixabay.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Riskiyana mengatakan keluarga harus mengubah perilaku untuk mencegah penularan COVID-19. "Untuk menghadapi COVID-19 tentu kami berharap peran dari semua lapisan masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan baik dan benar dan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Riskiyana dalam seminar virtual "Penyintas COVID-19 Bicara" yang diadakan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Minggu 27 September 2020.

Ia menjelaskan, perilaku itu diubah dengan disiplin menjalankan protokol COVID-19 seperti memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Riskiyana menuturkan perubahan perilaku dalam adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi COVID-19 menjadi penting karena COVID-19 mengubah peradaban manusia seperti cara bergaul, berkantor, dan bekerja. "Dan keluarga mempunyai tantangan sendiri manakala berhadapan dengan situasi yang harus kita adaptasi dengan sikap-sikap dan perilaku-perilaku tertentu," ujarnya.

Riskiyana mengatakan kemampuan keluarga dalam beradaptasi dengan perilaku pencegahan COVID-19 akan meningkatkan ketahanan keluarga di masa pandemi.

Ketua Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) Trihono mengatakan melihat perkembangan COVID-19, penularan masih berlangsung dan belum diketahui kapan berakhirnya. 

Oleh karena itu, protokol kesehatan harus tetap konsisten dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi ini. "Menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci melindungi diri sendiri dan orang lain," katanya.

Trihono menuturkan sebagian besar penderita COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, sehingga bisa bepergian ke mana-mana dan menjadi sumber penularan, untuk itu harus mencegah penularan dengan melakukan protokol kesehatan. "Yang OTG (orang tanpa gejala) pergi kemana-mana bisa menjadi penular," ujarnya.

Trihono mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah stigma menjadi kepedulian. Kepedulian itu digalang dalam pemberdayaan suatu masyarakat di tingkat kecil yakni RT/RW, kemudian didukung dengan fasilitas dari pemerintah.

Informasi tentang pencegahan COVID-19 dan bahaya penularan COVID-19 harus disampaikan sesuai dengan budaya-budaya yang ada di tengah masyarakat sehingga pesan dapat diterima dan tersampaikan dengan baik. "Informasi mestinya berimbang, yang hoaks mestinya harus dilawan, hoaks itu membuat orang penderita COVID-19 jadi kurang bersemangat," tuturnya.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Raksasa media sosial Facebook meluncurkan layanan pencari pasangan Facebook Dating di 32 negara Eropa, Rabu, 21 Oktober 2020. Peluncuran tersebut merupakan peluncuran lanjutan. Sebelumnya Facebook sudah meluncurkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Jajaran pelatih tim Persib Bandung menyesuaikan program para pemainnya dengan menggelar latihan bersama hanya tiga kali dalam sepekan untuk merespons kompetisi Liga 1 Indonesia yang hingga saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak masyarakat untuk beraktivitas lingkungan selama periode libur panjang, 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020. "Contoh musim hujan bisa mencari bibit...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet mengajak para netizen bijak memanfaatkan media internet demi kebaikan bersama. Jangan sampai internet dijadikan ajang menebar benih kebencian, fitnah, hingga permusuhan,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya