Sabar, Pendakian ke Gunung Semeru Harus Tunggu Dua Pekan Lagi

Kamis 27 Agustus 2020, 02:00 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Calon pendaki Gunung Semeru harap bersabar menanti sampai 14 hari ke depan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku otoritas pengelola kawasan TNBTS masih menyusun protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Melansir Tempo.co, Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan, tim TNBTS sedang bersiap melakukan pembersihan jalur pendakian yang ditutup selama hampir setahun itu. Namun, pendakian ke Gunung Semeru baru bisa dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembukaan kembali kegiatan wisata ke Gunung Bromo.

"Kalau hasil evaluasi reaktivasi wisata alam Bromo lancar dan aman selama 14 atau dua pekan ke depan, maka dilanjutkan dengan pembukaan pendakian ke Semeru," kata John, Selasa, 25 Agustus 2020.

Menurut John, kegiatan wisata ke Bromo akan dibuka kembali pada Jumat, 28 Agustus 2020, pukul 13.00 WIB. Pembukaan dilakukan secara bertahap dengan mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Tahap awal, kuota wisatawan ditetapkan 20 persen dari jumlah normal kunjungan wisatawan. Jumlah kuota bisa ditingkatkan jadi 30 persen, 40 persen, dan 50 persen jika hasil evaluasi mingguan menyatakan reaktivasi wisata alam Bromo lancar dan aman.

Rencana pembukaan kembali kegiatan pendakian ke Gunung Semeru juga disesuaikan prosedur operasional standar (SOP)-nya dengan reaktivasi wisata alam Bromo. Jumlah pendaki dibatasi 20 persen dari kuota harian 600 orang yang boleh mendaki sampai batas Pos Kalimati.

Sama dengan wisatawan ke Gunung Bromo, seluruh pendaki nantinya wajib memakai masker, membawa cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, menjaga jarak, serta wajib membawa surat keterangan kesehatan. Pendaki wajib bawa surat keterangan bebas ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) atau surat keterangan sehat yang masih berlaku. "Nah, protokol kesehatannya sedang kami susun. Tapi kira-kira begitulah gambaran SOP-nya," ujar John.

Syarat kedua, kata John, semua pendaki harus lebih dulu memesan pembelian karcis masuk secara online melalui situs https://bookingsemeru.bromotenggersemeru.org.

Selain surat keterangan sehat, calon pendaki wajib membawa bukti transfer, bukti cetak pendaftaran, surat pernyataan, daftar perlengkapan dan perbekalan serta fotokopi identitas resmi (KTP/Kartu Pelajar/KTM/SIM/Pasport) yang masih berlaku.

Sedangkan tarif masuk untuk pendakian masih tetap. Di hari kerja atau hari biasa (week day), pendaki lokal dikenai tarif Rp 19 ribu per orang per hari. Besaran tarif ini mencakup karcis masuk Rp 10 ribu, tarif kegiatan di dalam kawasan Rp 5 ribu, serta asuransi Rp 2,5 ribu

Hari libur, pendaki lokal dikenai tarif Rp 24 ribu per orang per hari. Tarif ini meliputi karcis masuk Rp 15 ribu, tarif melakukan kegiatan di dalam kawasan Rp 5 ribu, plus asuransi Rp 2 ribu.

Sedangkan pendaki macanegara dikenai tarif masuk di hari kerja Rp 210 ribu per orang per hari. Besaran tarif ini terdiri dari karcis masuk Rp 200 ribu, tarif berkegiatan di dalam kawasan Rp 5 ribu, serta asuransi Rp 5 ribu.

Di hari libur, pendaki mancanegara harus bayar Rp 310 ribu per orang per hari. Ongkos ini mencakup karcis masuk Rp 300 ribu, tarif berkegiatan di dalam kawasan Rp 5 ribu dan asuransi Rp 5 ribu. "Pemesanan tiket masuk 100 persen harus online. Tidak ada uang berceceran di pintu masuk. Untuk pastinya, nanti kami umumkan lagi SOP dan tarif masuknya," kata John.

Sumber: Tempo.co

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Berita Terkini
Sukabumi09 Mei 2024, 00:31 WIB

Hati-hati Jadi TKW! Belajar Rugi dari Warga Sukabumi yang Hamil Sepulang dari Dubai

Camat Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Kusyana menanggapi hal tersebut, pihaknya menyebut peristiwa ini harus menjadi contoh (pelajaran) bagi seluruh masyarakat ketika hendak menjadi TKW.
Camat Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, Kusyana saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Rabu (8/5/2024) | Foto : Asep Awaludin
Sukabumi08 Mei 2024, 23:30 WIB

Silaturahmi Kepala Desa Se-Dapil V, Satukan Langkah untuk Kemajuan Sukabumi

Silahturahmi dan Halal Bihalal Apdesi Kabupaten Sukabumi bersama para kepala desa, para istri kepala desa, dan aparat desa se Dapil V di gelar di Agro Park, Kecamatan Nyalindung, Rabu (8/5/2024).
Halal Bihalal dan Silaturahmi Apdesi dan Para Kepala Desa Se Dapil V Kabupaten Sukabumi, Rabu (8/5/2024) | Foto : Dok. Apdesi
Sukabumi08 Mei 2024, 23:23 WIB

Diduga Sopir Main HP saat Berkendara, Angkot di Sukabumi Seruduk Mobil Penjual Cireng

Angkot seruduk mobil penjual cireng di Goalpara Sukabumi, diduga gegara sopir asyik main HP saat berkendara.
Angkot seruduk mobil penjual cireng di Goalpara Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
DPRD Kab. Sukabumi08 Mei 2024, 22:54 WIB

DPRD Sukabumi Raker soal Pencabutan Status UHC Non-Cut Off, Ini Hasilnya

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Hera Iskandar ungkap hasil raker soal pencabutan status UHC Non-Cut Off bersama Pemda.
Raker Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dan Pemda soal pencabutan status UHC Non-Cut Off oleh BPJS Kesehatan. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)
Sukabumi08 Mei 2024, 21:16 WIB

Banyak Kasus Kriminal Libatkan Anak, Bupati Sukabumi Soroti Dampak Medsos hingga Ekonomi

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyebut pengawasan perserta didik harus diperketat mulai dari pengawasan orang tua, lembaga pendidikan hingga lingkungan sosial
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami | Foto : Asep Awaludin
Sehat08 Mei 2024, 21:00 WIB

Tanaman Jelatang: Nutrisi dan 5 Khasiatnya untuk Mengobati Beragam Penyakit

Jelatang adalah tanaman kurus dari keluarga jelatang yang disebut Urticaceae.
Ilustrasi - Jelatang adalah tanaman kurus dari keluarga jelatang yang disebut Urticaceae. (Sumber : pexels.com/@Simon Gough).
Sukabumi08 Mei 2024, 20:59 WIB

Kamboja Belajar soal Pencegahan Perkawinan Anak ke Pemkab Sukabumi

Kabupaten Sukabumi jadi tempat belajar soal pencegahan perkawinan anak bagi delegasi Kamboja.
Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat berbagi cenderamata dengan delegasi pemerintah Kamboja. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)
Sukabumi08 Mei 2024, 20:14 WIB

Kebakaran Rumah di Lengkong Sukabumi Diduga Akibat Korsleting Listrik, Penghuni Mengungsi

Kerugian akibat kebakaran rumah di Lengkong Sukabumi ini capai Rp65 Juta. Penyebab diduga akibat korsleting listrik.
Kondisi rumah di Lengkong Sukabumi yang hangus terbakar. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi Memilih08 Mei 2024, 20:09 WIB

Pleno DPD Nasdem Putuskan Ayep Zaki Bacalon Wali Kota/Wakil Wali Kota Sukabumi

DPD Partai Nasdem Kota Sukabumi menetapkan Ayep Zaki sebagai satu-satunya nama bakal calon wali kota / wakil wali kota Sukabumi yang lolos penjaringan.
Pleno DPD Partai Nasdem Kota Sukabumi memutuskan H Ayep Zaki satu-satunya yang lolos penjaringan dan akan diusulkan ke DPW Nasdem Jabar, Rabu (8/5/2024) | Foto : Syams
Sehat08 Mei 2024, 20:00 WIB

12 Bahan Alami untuk Mencegah Asam Lambung Naik di Malam Hari

Selain mengonsumsi bahan alami, penderita asam lambung juga penting untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu refluks asam, seperti makanan pedas, berlemak, kafein, dan minuman berkarbonasi.
Ilustrasi. Beberapa bahan alami dapat membantu mencegah asam lambung naik dan meredakan gejalanya (Sumber : Freepik/diana.grytsku)