Menu

30 Mei 2020, 00:00 WIB

Psikolog Bagi Cara Evaluasi Kegiatan di Rumah, Lebih atau Kurang

Ilustrasi tidur. | Sumber Foto:Unsplash.com/Kinga Cichewicz

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun tak jarang juga yang justru kurang.

Padahal, ini akan sangat berpengaruh pada kesehatan seiring dengan kembalinya kita ke aktivitas biasa usai pandemi Covid-19 berakhir. Untuk itu, penting bagi untuk melakukan evaluasi. Psikolog dari Tiga Generasi, Alfath Megawati, pun membagikan tips.

Pertama, setiap orang bisa mulai mendaftarkan kegiatan yang dilakukan setiap hari selama berada di rumah. Kemudian, bandingkan dengan kebiasaan yang selalu dilakukan sebelum virus corona merebak di dunia.

“Dari sini, kita bisa evaluasi. Apakah produktivitas kita sama atau tidak,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada 28 Mei 2020.

Contohnya, di rumah hanya kerja dari pagi sampai sore dan sisanya tidur-tiduran. Sedangkan di kantor aktif bergerak ke sana ke mari ditambah dengan naik transportasi umum. Jika terlihat ada perbedaan yang mencolok, maka setiap orang diwajibkan untuk segera memperbaikinya.

“Misalnya di rumah kita tambah dengan menjalankan hobi atau sekedar olahraga. Melalui kegiatan ekstra saat produktivitas di rumah rendah akan sangat membantu usai pandemi berakhir supaya nanti kita tidak kelabakan dan kelelahan karena harus kembali kebiasaan lama,” ujar wanita yang akrab disapa Ega itu.

Sedangkan bagi yang terlihat lebih sibuk, misalnya bekerja tak kenal henti dari pagi hingga malam tanpa istirahat yang sebenarnya tidak demikian di kebiasaan sebelum pandemi Covid-19, harus menguranginya. Ega menjelaskan mengurangi produktivitas baik untuk kesehatan fisik dan mental setiap orang.

“Produktivitas yang berlebihan bisa memicu depresi, stres, dan berbagai masalah kesehatan lain. Sebaiknya semua seimbang. Caranya kalau berlebihan, bisa dikurangi dengan mencicil pekerjaan,” tuturnya.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gelandang Persija Jakarta Marc Klok akan segera merampungkan proses naturalisasi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Pesepakbola asal Belanda itu sudah bertemu dengan perwakilan DPR dan telah memberikan...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyelenggaraan seri balap MotoGP di Amerika Serikat resmi dibatalkan karena pandemi virus corona yang belum kunjung membaik. Dilansir dari tempo.co, otoritas Circuit of the America (COTA) mengonfirmasi...

SUKABUMIUPDATE.com - Dihentikan sementara sejak pandemi virus corona di Eropa pertengahan Maret silam, Liga Champions dan Liga Europa akan menuntaskan format babak gugur langsung dalam "final delapan" yang unik,...

SUKABUMIUPDATE.com - Tersangka kasus eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual (child sex groomer) terhadap 305 anak di bawah umur, Francois Abello Camille alias FAC (65) menyasar anak jalanan untuk...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya