Menu

14 Mei 2020, 00:00 WIB

Penjelasan Ilmiah tentang Gosip, Mengapa Semua Orang Melakukannya?

Ilustrasi bergosip | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Bergosip, kegiatan yang cukup sering dilakukan sebagian besar orang di seluruh dunia. Bahkan, beberapa orang mengatakan bergosip itu menyenangkan.

Melansir dari suara.com, terkait hal ini, ilmuwan sosial telah menemukan setiap orang dirancang untuk memperhatikan gosip, dan berpartisipasi di dalamnya. Faktanya, ini adalah adaptasi evolusi, sudah menjadi sifat manusia untuk 'menumpahkan' informasi.

Frank McAndrew, seorang profesor psikologi di Knox College di Galesburg, Illinois, mengatakan untuk berkembang di zaman manusia gua, kita harus tahu apa yang terjadi dengan orang-orang di sekitar kita.

"Siapa yang tidur dengan siapa? Siapa yang memiliki kekuatan? Siapa yang memiliki akses ke sumber daya? Dan jika Anda tidak pandai dalam hal itu, Anda tidak terlalu sukses," katanya, dikutip CNN Internasional.

Gosip umumnya berkonotasi negatif, terutama ketika membicarakan tentang rumor yang menyakitkan, dan hak privasi orang lain.

Namun dalam kehidupan sehari-hari, kata para peneliti, obrolan kita tentang orang lain cenderung relatif membosankan dan netral dan memiliki alasan 'unik' tersendiri.

Rata-rata orang bergosip

Sebagian besar peneliti mendefinisikan gosip sebagai pembicaraan tentang seseorang yang tidak hadir dan berbagi informasi yang tidak banyak diketahui.

Menurut analisis oleh para peneliti di University of California Riverside, rata-rata orang menghabiskan 52 menit setiap hari untuk bergosip.

Namun, mayoritas gosip tidak berbahaya. Sekitar 15

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ekonom senior, Emil Salim memohon kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi membatalkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 yang mengizinkan 318 juta ekor benih...

SUKABUMIUPDATE.com - Jenazah Zayyan Dhiyandra Hanifan (18 tahun) wisatawan yang tenggelam terseret ombak di Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi berhasil ditemukan, Minggu (9/8/2020) sekitar pukul 16.45 WIB. Informasi yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Minuman es kelapa muda dengan gula merah atau gula aren tidak hanya menyegarkan tenggorokan, namun juga bagus untuk tubuh kita. Apalagi kalau es kelapa nan segar itu...

SUKABUMIUPDATE.com - Saan Mustopa, politisi senior sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat menyebut kawasan objek wisata selatan Jawa Barat, khususnya Unesco Global Geopark Ciletuh - Palabuhanratu memiliki potensi...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya