Menu

07 Mei 2020, 09:00 WIB

Survei Membuktikan Pekerja Kini lebih Senang Bekerja dari Rumah

Ilustrasi bekerja dari rumah (WFH). | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi virus corona telah menciptakan perubahan global terhadap cara orang menjalani kehidupan sehari-hari seperti bekerja, bersosialisasi, hingga berbelanja. Dilansir dari tempo.co, sebagian besar pekerja malah berharap sistem kerja jarak jauh akan menjadi sebuah kebiasaan baru.

Dilansir dari Business Insider, sebuah survei yang dilakukan oleh IBM melaporkan 54 persen pekerja lebih suka bekerja dari jarak jauh. IBM melakukan survei pada lebih dari 25.000 orang dewasa Amerika Serikat selama April 2020 untuk mencari tahu bagaimana Covid-19 telah mengubah perspektif tentang berbagai topik, termasuk bekerja dari rumah.

Sebanyak 75 persen mengatakan mereka ingin terus bekerja dari rumah setidaknya dalam kapasitas parsial, sementara 40 persen responden mengatakan mereka menuntut manajemen tempat bekerja harus memberi karyawan pilihan untuk sistem kerja jarak jauh.

Bekerja dari rumah tidak hanya populer sekarang. Penelitian lain menunjukkan mereka yang bekerja dari rumah secara penuh dilaporkan lebih menyukai pekerjaan mereka, 22 persen lebih tinggi daripada rekan-rekan mereka yang tidak menghabiskan waktu bekerja dari rumah.

Bekerja dari jarak jauh juga merupakan pilihan yang menarik karena dapat membantu karyawan menghemat biaya transportasi dan waktu perjalanan. Ketika pekerja tidak harus melapor ke kantor, mereka memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk bekerja dari rumah, di luar atau pinggiran kota.

Di masa depan, pengusaha juga dapat menghemat uang dengan menyewa ruang yang lebih kecil, terutama karena para ahli memperkirakan kantor akan beralih dari tempat yang dikunjungi pekerja setiap hari menjadi pusat untuk pertemuan penting dan area kerja kolaboratif.

Perubahan dalam preferensi kerja berjalan seiring dengan temuan IBM lain, yang menemukan bahwa orang lebih cenderung menggunakan kendaraan pribadi mengurangi bepergian dengan angkutan umum dan taksi. Hampir 20 persen responden yang rutin menggunakan transportasi umum mengatakan mereka tidak akan lagi bepergian dengan metode tersebut dan 28 persen lain mengatakan akan lebih jarang menggunakan transportasi umum.

Sementara itu, 17 persen orang merespons berencana untuk menggunakan kendaraan pribadi lebih sering. Sementara itu, satu dari empat responden mengatakan akan menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi utama akibat Covid-19.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kota Christchurch di Selandia Baru memiliki penyihir resmi yang ditunjuk dewan kota dan menggajinya ratusan juta rupiah selama puluhan tahun. Dilansir dari Tempo.co, penyihir itu bernama Ian...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut ada tiga pilihan skenario menyelesaikan pandemi Covid-19. Pertama ialah vaksin Covid-19 ditemukan. Dilansir dari Tempo.co, opsi pertama ini sedang diupayakan seluruh...

SUKABUMIUPDATE.com - Wafatnya Wakil Ketua Umum DPP PPP Reni Marlinawati pada Jumat (7/8/2020), menyisakan duka yang mendalam bagi berbagai pihak, termasuk gerakan perjuangan Palestina HAMAS. Dalam secarik surat yang dikirimkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi Covid-19 berimbas terhadap berbagai sektor termasuk ekonomi kreatif. Tak ingin terus terpuruk, di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pelaku usaha ekonomi kreatif di Kota Sukabumi yang tergabung dalam...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya