Menu

30 Mar 2020, 08:00 WIB

Berpikir Positif Selama Pandemi Corona, Yuk Berbagi Informasi

Ilustrasi virus corona atau Covid-19. | Sumber Foto:REUTERS

SUKABUMIUPDATE.com - Berpikir positif selama menjalankan 'social distancing' atau 'physical distancing' dengan tinggal di rumah dapat membantu menjaga kesehatan saat pandemi corona. Hal ini dikatakan Praktisi yang juga Ketua Aliansi Telemedis Indonesia Purnawan Junaidi. "Makanya saya bilang, berpikir positif itu bagus, karena banyak hal yang bisa kita lakukan selama di rumah," katanya Purnawan dalam dialog di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu lalu.

Melansir dari tempo.co, dalam dialog yang dipandu oleh Emeldah seorang Psikolog Klinis dari Ikatan Psikolog Klinis dan Halodoc bertempat di kantor BNPB, Purnawan memberikan kiat-kiat untuk menghalau kebosanan selama melakukan isolasi diri maupun 'physical distancing' di rumah yang sudah berjalan hampir dua pekan.

Menurut Prof Purnawan, agar tidak bosan menjalani hari-hari selama isolasi mandiri adalah dengan menjaga pikiran tetap positif, bertindak positif dan bersikap positif. "Sikap positif ini baik terutama bagi kelompok usia lanjut yang tidak memiliki aktivitas kerja sehari-hari di rumah," katanya.

Untuk menjaga pikiran tetap positif, salah satu caranya adalah menyaring informasi yang diterima tentang COVID-19, salah satunya dengan mendengarkan nasehat dan arahan dari pemerintah sebagai sumber terpercaya sehingga terhindar dari kabar-kabar bohong yang berseliwiran. "Kita dengarkan nasehat dari pemerintah, banyak hoaks miliaran, tapi coba dengarkan nasihat yang bisa kita pegang salah satunya," kata Purnawan.

Untuk mendapatkan informasi yang benar, Purnawan menyarankan agar masyarakat mengikuti aplikasi kesehatan yang disediakan oleh 'start up' seperti Halodoc dan sebagainya. Menurutnya, seluruh 'start up' telemedis tersebut telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat tentang COVID-19. "Karena saya Ketua Aliansi telemedis Indonesia ikuti saja seluruh 'start up' yang ada karena kita sudah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan juga dengan BNPB," katanya.

Emeldah seorang Psikolog Klinis dari Ikatan Psikolog Klinis dan juga anggota Halodoc menyebutkan, kecemasan yang dialami oleh masyarakat selama menjalani 'social distancing' atau 'physical distancing' adalah hal yang normal di situasi yang tidak normal seperti saat ini.

Menurut dia, situasi tersebut berdampak pada psikologis masyarakat menimbulkan rasa gelisah, hingga susah tidur dan sulit mengendalikan emosi, sampai suka marah-marah di rumah. "Sebenarnya dengan gejala ini menurut kami adalah situasi yang normal dan itu adalah respon normal di kondisi yang tidak normal. Sekarang kita kondisi pandemi di seluruh dunia sedang terkena bencana alam jadi otomatis ada ketidakpastian ketakutan itu menimbulkan kecemasan," katanya.

Purnawan menambahkan, untuk mencegah gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari dampak social distancing tersebut adalah dengan melakukan aktivitas positif lainnya. "Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan di rumah, misalnya saya menanam pohon, menanam tanaman di perkarangan rumah," kata Purnawan.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari suara.com, pandemi virus corona memang tidak hanya membuat orang terinfeksi Covid-19. Tapi juga membuat pasien penyakit lainnya mestir menunda pengobatannya. Selama lebih dari dua bulan sudah...

SUKABUMIUPDATE.com - Selama lebih dari dua bulan di rumah saja, setiap orang tentu mengalami perubahan dari segi kegiatan. Dilansir dari tempo.co, beberapa di antaranya mungkin melakukan dengan berlebihan, namun...

SUKABUMIUPDATE.com - Kabupaten Cianjur tercatat dalam daftar 15 kota/kabupaten di Jawa Barat yang termasuk level 2 atau zona biru pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar...

SUKABUMIUPDATE.com - Masjid Al-Aqsa akan dibuka kembali pada Minggu (31/5) mendatang setelah ditutup selama dua bulan untuk menekan sebaran virus corona. "Semua pintu (kompleks) Masjid Al Aqsa akan dibuka saat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya