Menu

Senin, 06 Mei 2019, 05:40 WIB

Etika yang Harus Dipahami di Tempat Kerja selama Ramadan

Ilustrasi pria makan bersama teman-teman. | Sumber Foto:thetimes.co.uk.

SUKABUMIUPDATE.com - Bulan Ramadan adalah waktu menguji seberapa tinggi sikap toleran, terutama jika berada di tempat yang sifatnya heterogen seperti tempat bekerja. Selama Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan segala aturannya. Sementara yang non-Muslim menjalankan rutinitas hari-hari seperti biasa, termasuk makan dan minum.

Dibutuhkan toleransi antarumat beragama yang tinggi agar suasana Ramadan bisa berjalan tenang dan kondusif di kantor. Ada beberapa etika yang harus diperhatikan yang menjalankan ibadah puasa maupun tidak, ketika berada di lingkungan kantor.

Yang berpuasa:

Jangan jadikan puasa sebagai alasan menurunnya produktivitas. Lapar, haus, mengantuk sama sekali bukan alasan yang bagus untuk menunda-nunda pekerjaan atau datang terlambat sehingga menyulitkan rekan kerja. Tunjukkan bahwa berpuasa sama sekali tak menurunkan kinerja.

Jangan mentang-mentang berpuasa Anda menolak mengerjakan pekerjaan yang sulit dan mengalihkannya kepada yang tidak berpuasa. Ini namanya tidak profesional. Jika terganggu dengan rekan kerja yang makan atau minum di ruangan, jangan lantas marah atau tersinggung karena merasa tak dihormati. Ingat, berpuasa sejatinya melatih kesabaran.

Bau mulut dan napas tak sedap problem banyak orang saat berpuasa. Jagalah kebersihan gigi dan mulut, terutama jika pekerjaan menuntut bertemu banyak orang.

Yang tidak berpuasa:

Pahami aturan-aturan puasa Ramadan. Yang paling utama, yang berpuasa tidak diperkenankan makan dan minum di siang hari. Bila Anda membawa bekal atau membeli makan siang di kantor, ada baiknya tidak memakannya di meja kerja meski dalam jam istirahat makan siang.

Saat membuat janji dengan klien yang sedang berpuasa, upayakan agar tak menentukan tempat di restoran atau kafe. Carilah lokasi lain yang nyaman sehingga Anda tetap menjalankan pekerjaan dengan baik.

Kalaupun membuat janji di restoran atau kafe, pilihlah waktu menjelang berbuka puasa sehingga puasa klien tak terganggu. Jangan mengadakan rapat atau pertemuan serius dengan pembahasan berat pada waktu berbuka puasa. Pahamilah bahwa saat berbuka puasa, fokus yang berpuasa tentu mengisi perut.

Hentikan rapat paling tidak 30 menit sebelum waktu berbuka agar rekan kerja atau klien yang berpuasa bisa mempersiapkan santapan berbuka.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Untuk menyiasati teriknya mentari di siang hari, sebagian orang memilih untuk mandi saat siang hari agar badan terasa segar. Namun, apakah mandi di siang hari dapat membatalkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Puasa bukan alasan membatasi kegiatan dan berhenti bertualang. Bagi yang terbiasa travelling, tentu akan merasa bosan jika hanya berdiam diri di rumah, tidur-tiduran, atau menonton film di...

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memimpin apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi pada hari pertama menunaikan ibadah puasa Ramadan, Senin (6/5/2019). Dalam apel tersebut, Wali Kota yang akrab...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada hari ini Senin 6 Mei 2019.  Ramadan merupakan bulan yang dinantikan umat muslim karena merupakan bulan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya