Menu

Minggu, 14 April 2019, 05:42 WIB

Permainan Tradisional Bisa Bentuk Karakter Anak, Game Online?

Ilustrasi permainan tradisional congklak. | Sumber Foto:TEMPO/Aris Novia Hidayat.

SUKABUMIUPDATE.com - Perilaku kekerasan anak terhadap anak lainnya semakin marak. Psikolog dari kantor Admaveda Konsultan Pekanbaru, Provinsi Riau, Fety Nurhidyati menyarankan perluya mengaktifkan lagi beragam permainan tradisional di lingkungan anak-anak untuk menekan perilaku anak yang tidak pantas.

a"Sebab permainan tradisional diyakini bisa membentuk karakter anak, sportivitas mereka terasah dengan baik karena mereka memiliki kawan bermain, berbeda dengan game online yang cenderung bermain sendiri dan maunya menang terus," katanya di Pekanbaru, Jumat, 12 April 2019.

Menurut dia, game online cenderung melatih penggunanya untuk mencari kemenangan terus menerus dan pada akhirnya menjadi ketergantungan, dan egois dan sulit berinteraksi dengan lingkungannya.

Ia menyebutkan, besarnya dampak negatif ketika anak dipengaruhi teknologi seperti, malas belajar, tidak mau pulang ke rumah, lalu nongkrong di warnet, dan parahnya pribadi cenderung meledak-ledak, bahkan suka memecah barang di rumah.

"Oleh karena itu kembali aktifkan permainan tradisional itu yang banyak dimiliki oleh setiap daerah dengan beragam budayanya, apalgi semakin banyak interaksi anak dengan teman bermainnya maka proses pembelajaran mereka akan makin kuat," tambahnya.

Pemerintah daerah, ujarnya perlu lebih tegas menertibkan game-game online di warnet-warnet jika ingin menyelamatkan anak bangsa ini dalam keterpurukan mental dan prilaku tidak pantas tersebut.

Selain itu, ia juga menyarankan perbaiki pola asuh dalam keluarga, ibu dan bapak harus menjadi figur yang bisa menjadi teladan bagi anak-anak mereka, tanamkan disiplin, sikap tahu diri dan tahu tanggungjawab.

"Dengan pola asuh seperti itu diyakini kelak anak-anak akan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara karena prilaku mereka sudah terarah dengan benar," katanya.

 Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Masih ingat dengan permainan Adu Biji Karet? Orang Sunda menyebutnya Ngadu Siki Karet. Permainan tradisional ini pernah terkenal di zamannya. Seringnya dimainkan oleh anak-anak, terutama anak laki-laki. Meski...

SUKABUMIUPDATE.com - Masih ingat dengan permainan Adu Biji Karet? Orang Sunda menyebutnya Ngadu Siki Karet. Permainan tradisional ini pernah terkenal di zamannya. Seringnya dimainkan oleh anak-anak, terutama anak laki-laki. Meski...

SUKABUMIUPDATE.com - Banyak orang tua yang mulai mendaftarkan anaknya dengan berbagai les tambahan. Alih-alih membuahkan hasil yang baik, anak justru berhenti di tengah jalan atau terus melakukannya namun tidak...

SUKABUMIUPDATE.com - Orang tua harus bisa bonding atau menjalin ikatan dengan anak, terutama di 2 tahun pertama anak. Bonding atau kelekatan adalah ikatan emosional di antara orang tua dengan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya