Menu

02 Apr 2019, 07:00 WIB

Heboh April Mop, Hindari Kejahilan di Tempat Kerja

Ilustrasi wanita karier atau bekerja. | Sumber Foto:Shutterstock.com.

SUKABUMIUPDATE.com - Di negara-negara Barat, siapa pun boleh melakukan kelucuan, kejahilan, bahkan berbohong terhadap orang lain pada 1 April. Uniknya, si pelaku tidak akan pernah dianggap bersalah. Sebab, 1 April adalah April Mop atau April Fool's Day.

Di Indonesia, April Mop tidak terlalu populer. Namun, ada juga yang melakukannya, dengan sasaran si teman kantor. Yang perlu diperhatikan, banyak konsultan sumber daya manusia menyarankan tidak melakukan April Mop di tempat kerja.

Menurut survei di Amerika, yang dilakukan The Creative Group pada 2010, sebanyak 67 persen eksekutif periklanan dan pemasaran menganggap lelucon April Mop tidak cocok dilakukan di kantor. Hanya tiga persen yang menganggapnya sangat cocok.

Kata Kenna Griffin, penulis blog konsultan karier media, melakukan April Mop di kantor sangatlah bertentangan dengan profesionalisme. "Aku tidak setuju lelucon April Mop dilakukan di tempat kerja," kata Griffin seperti yang dilansir dari USA Today pada 29 Maret 2019.

Griffin menganggap, hasil dari lelucon April Mop sangat berbahaya pada konsekuensi yang mungkin timbul. Seperti menyinggung bos, menanam risiko pekerjaan di masa datang, hingga kehilangan referensi positif. Sedangkan menurut Tom Kent, editor kantor berita Associated Press, lelucon April Fool's Day bukanlah hal yang lucu.

"Kami punya tanggung jawab untuk mendapatkan fakta yang benar," ujar Kent. "Kami tidak berpikir bahwa kewaspadaan dan standar kami harus ditangguhkan pada 1 April."

Orang bisa saja bermaksud mengumbar lelucon pada April Mop. Namun kenyataannya, banyak peristiwa tragis yang justru muncul dari kelucuan itu. Misalnya, kala tsunami melanda Hawaii, 1 April 1946.

Seringnya orang berbohong demi April Mop membuat orang tidak percaya pada berita tsunami itu. Kenyataannya, gempa bumi disertai tsunami memang benar terjadi di hari itu. Tercatat, peristiwa itu membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menetapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar menjadi tersangka kasus suap proyek infrastruktur. Istrinya, Encek UR Firgasih, selaku Ketua DPRD Kutai Timur, juga berstatus tersangka. "Diduga...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito mencatat hingga 28 Juni 2020 terdapat 66 kabupaten atau kota yang masuk ke Zona Hijau Covid-19. "Sebanyak 33...

SUKABUMIUPDATE.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, hingga saat ini bioskop di Kota Sukabumi belum beroperasi. Hal itu dikatakan Fahmi setelah diterbitkannya Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Lebih dari seratus seniman rupa di Jawa Barat bergabung dalam pameran bersama secara daring atau online sejak 26 Juni hingga 26 Juli 2020. Penjualan karyanya untuk membantu...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya