Menu

14 Mar 2019, 06:20 WIB

Anak Identik dengan Balon, Intip Makna Psikologisnya

Ilustrasi Balon. | Sumber Foto: xaluan.com.

 

SUKABUMIUPDATE.com - Hampir di semua pesta anak-anak, balon muncul sebagai elemen dekorasi. Siapa yang tidak menyukai balon? Hampir semua anak kecil menyukai balon. Bahkan balita bisa betah duduk berlama-lama hanya dengan bermain balon. Padahal jika dipikir-pikir, apa istimewanya balon, mengapa hampir semua anak menyukai balon?

Ternyata balon tidak bisa dipandang remeh sebab benda yang terbuat dari karet berwarna-warni, berbentuk bulat, dan berisi gas itu punya makna spesial bagi anak. Kimberly S. Williams, dokter anak spesialis neuropsikologi dan psikolog klinis di Universitas Brooklyn, New York, Amerika Serikat, menjelaskan balon kerap diasosiasikan sebagai sesuatu yang spesial karena balon dianggap sebagai benda yang lekat dengan kesenangan bagi anak.

“Balon merepresentasikan pesta. Balon selalu mewakili perayaan dan membuat suasana meriah. Keberadaan balon juga sering kali berarti bahwa ada anak lain, mainan, kegiatan yang ramah anak, hingga makanan yang menarik buat anak di sekitar tempat tersebut,” kata Kimberly S. Williams. Anak-anak dan bayi senang berlarian ke arah balon sebab mereka merasakan ada sesuatu yang menyenangkan di dekat balon.

Alasan lain mengapa anak-anak dan bayi menyukai balon, menurut Kimberly S. Williams, karena ada kesan bahwa waktu menyenangkan bersama balon sifatnya terbatas. "Balon dianggap sebagai sebuah benda yang bisa dimiliki dalam waktu terbatas (karena mudah pecah atau kempis) dan anak-anak tahu itu," katanya.

Dalam tingkatan lebih dalam, Kimberly S. Williams menyebutkan bahwa balon juga berfungsi sebagai tolak ukur kemampuan anak dalam melindungi sebuah benda yang rapuh. “Anak-anak secara tidak sadar akan merasa bahwa semakin lama balon mereka bertahan (tidak pecah), maka semakin baik mereka sebagai pribadi. Ini melambangkan anak sebagai seseorang yang pelindung, berhati-hati, dan menjadi salah satu pengalaman awal anak untuk bertanggung jawab,” kata Kimberly S. William.

Sumber: Tempo

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Tidur dengan rambut basah disebut bisa menyebabkan masalah, misalnya jamur di kepala. Lalu, bagaimana bila terpaksa tidur dengan rambut yang masih basah, misalnya habis keramas setelah bepergian? Jika...

SUKABUMIUPDATE.com - Media sosial tengah ramai dengan isu kalung yang diklaim sebagai antivirus, termasuk virus corona. Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan bakal menggandeng PT Eagle Indo Pharma untuk pengembangan dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Valtteri Bottas secara sempurna mentransformasikan pole position di GP Austria yang penuh drama menjadi kemenangan pertamanya di F1 musim ini. Mengutip Suara.com, Bottas mendominasi balapan sepanjang 71 lap...

SUKABUMIUPDATE.com - Beberapa negara telah menerapkan new normal atau pembebasan aturan pembatasan sosial, mekipun pandemi virus corona Covid-19 belum usai. Melansir Suara.com, semua orang pun tetap disarankan menjalani protokol kesehatan,...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya