Menu

Rabu, 10 Januari 2018, 11:52 WIB

Menggiurkan, Begini Prospek Bisnis Kapulaga di Waluran Sukabumi

Petani sedang membersihkan kapulaga atau kapol yang masih basah dan sudah kering. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Lahan pertanian di wilayah Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi cukup subur, yang ditanam tidak hanya tanaman padi dan singkong saja. Tanaman rempah - rempah jenis kapulaga juga demikian. Kapulaga lebih dikenal dengan nama kapol.

Kapol menjadi hasil bumi yang memiliki nilai ekonomi bagi warga Kampung Cigodeg RT 7/6 Desa Mekarmukti Kecamatan Waluran.

BACA JUGA: Petani Kapulaga Bangbayang Tuntut Pemkab Sukabumi Bantu Pemasaran

"Kami selain menanam padi juga memanfaatkan lahan yang kosong untuk dengan menanam kapol, " ujar Neng Rani Purwani (36 tahun) kepada sukabumiupdate.com.

Dikampung ini sebagai masyarakatnya menaman kapol. Maka bila siang hari, halaman rumah dipenuhi kapol yang dijemur.

Menanam kapol bisa dibilang enteng dan biayanya irit karena tidak memerlukan pupuk. Tetapi sangat diperlukan pemeliharaan disekitar pohon kapol agar tetap bersih dari rumput dan ilalang.

Neng Rani bersama suaminya Supardi sudah lama menanam rempah tersebut di tanah seluas 1000 meter persegi. Itupun terpisah-pisah.

"Sekarang bisa dibilang harga kapol menurun. Dalam kondisi kering Rp 50 ribu per Kilogram dan basahnya Rp 25 ribu. Tahun kemarin bisa mencapai Rp 70 ribu per Kilogram," ungkap Neng Rani.

BACA JUGA: Butuh Kapol Tegalbuled

Untuk pemasaran tidak ada kendala,  pembelinya ada dari Waluran atau di Jampang Kulon.

"Kalau lagi bagus hasil panen bisa mencapai 10 Kilogram kapol kering. Lumayan bisa nambah pendapatan, serta panen bisa setiap waktu tidak ada musiman," pungkasnya

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI. S
Sumber : Ragil Gilang
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - UFO (Unidentified Flying Object) kembali terlihat. Kali ini, seperti dilansir laman Daily Mail, 18 Februari 2018, muncul di lereng bersalju Gunung Everest. Daily Mailmenyebut, benda tersebut tidak mungkin drone maupun...

SUKABUMIUPDATE.com - Mabuk air rebusan pembalut wanita sedang viral di Kabupaten Karawang. Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Hendy Febrianto Kurniawan, menyatakan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan. Hendy mengatakan belum...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved