Menu

Senin, 05 Desember 2016, 20:38 WIB

Warga Cibiru Kecamatan Cicantayan Bertahan Hidup dari Bilik Bambu

Perajin bilik bambu di Kampung Cibiru. | Sumber Foto:Dimas DR

SUKABUMIUPDATE.COM - Walaupun pendapatannya tidak seberapa, menjadi perajin bilik atau dinding bambu bagi warga Desa Cicantayan di kecamatan yang sama di Kabupaten Sukabumi, adalah gaya hidup. Kenapa gaya hidup? Karena secara turun temurun mereka dibekali ilmu menganyam bambu.

Tradisi membangunan harapan bahwa perajin bambu bisa menjadi alternatif profesi terakhir untuk bertahan hidup dikala tidak bisa bertahan di profesi lainnya. Atau minimal warga di sini bisa memperbaiki rumah sendiri tanpa perlu belanja bahan bangunan.

Setidaknya, tradisi menganyam bilik bambu ini tetap bertahan di Kampung Cibiru. Di sini mudah menemukan kegiatan warga atau perajin yang sedang menganyam satu per satu, helai dari batang bambu untuk dijadikan bilik, di depan rumah atau bengkel kerajinan mereka.

Sejak pagi para perajin sudah mulai melakukan aktivitasnya tersebut, dari membelah bambu, menjemur hingga menganyam. Ada dua jenis bilik yang diproduksi para perajin bambu Kampung Cibiru, bilik biasa yang meggunakan daging (hate) bambu, dan bilik hias motif yang menggunakankulit (hinis) bambu.

Harganya jelas berbeda, untuk selembar bilik biasa dengan ukuran standar dijual Rp50.000 per lembarnya sedangkan bilik motif ditawarkan mulai Rp70.000 hingga Rp120.000 per lembarnya. “Alhamdulilah pasarnya masih terjaga. Pesanan tetap masuk walaupun tidak besar, biasanya dari toko bahan bangunan,” jelas Misbah (40), salah seorang perajin bilik di Kampung Cibiru, kepada sukabumiupdate.com, Senin (5/12).

Misbah sudah lima tahun menggeluti usaha ini, dan dia bersyukur sewaktu kecil belajar mengayam bambu dari orang tuanya. Kampung Cibiru, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi ini memiliki banyak perajin yang selama ini menjadi penyuplai tetap kebutuhan bilik di Jadebotabek dan Bandung.

“Tren warga membangun gazebo atau pondokan di rumah dan tempat usaha membuat apa yang kami lakukan ini bisa terus menghasilkan uang. Walaupun tidak besar ya cukuplah untuk tetap kebutuhan dapur dan menyebar bibit bambu ke kawasan hutan yang alhamdulilah masih sangat terjaga,” pungkasnya.

Reporter : DIMAS DR/Kontributor
Redaktur : Fit NW
Sumber : Dimas DR
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.
    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya