Menu

Minggu, 04 Desember 2016, 11:56 WIB

Kang Dedi dan Ohang Akan Meriahkan FDC 2016 Kecamatan Cicantayan

Musisi Sunda tampil pada FDC 2016. | Sumber Foto:Hidayat Asep.

SUKABUMIUPDATE.COM – Jika anda mencari suasana liburan yang berbeda dan ingin merasakan penganan tradisional asal kampung, yang kini relatif sulit dicari seperti sordog, deblo, gatot, dodongkal, gemblong, papais, atau getuk singkong, sebaiknya anda datang ke Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi.

Di desa tersebut, kini sedang digelar Festival Desa Cicantayan (FDC). Desa ini memiliki kampung kreatif, seperti Kampung Cibiru dengan Taman Baca Bambu Biru sebagai pusat perpustakaan masyarakat, pusat penghasil kerajinan bambu, dan kayu bubut, serta pusat permainan tradisional. Ketiga hal ini oleh para pemuda desa tengah ditampilkan dalam kegiatan FDC sejak Sabtu (3/12) hingga Senin (5/12).

Ohang, seniman Sunda yang dikenal dan sering tampil sebagai komedian lucu nan lugu, di mana orang seringkali mengkaitkannya dengan sosok Kabayan yang dulu diperankan Kang Ibing, dikabarkan akan hadir pada Senin besok (5/12), kehadiran Ohang ini tentu ditunggu-tunggu sebagai sebuah hiburan segar di awal pekan.

Selain Ohang, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang dikenal sangat concern dengan kasundaan akan turut memeriahkan acara ini. “Akhirnya panitia memperpanjang waktu gelaran FDC. "Rencananya dua hari saja, namun Kang Dedi Mulyadi, baru bisa hadir hari Senin.” Terang Hidayat Asep kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (3/12).

Hidayat yang memang aware terhadap perkembangan pariwisata daerah menambahkan, akan ada workshop tentang pengembangan desa budaya, pembicaranya budayawan, seniman dan komunitas.

FDC merupakan salah satu cara mensosialisasikan keragaman budaya Sunda kepada khalayak. Pada hari pertama, tampil aksi pertunjukan musik etnik Sunda karinding dan suling tampil memukau tadi malam. Juga berbagai macam jenis kulilner lokal, produk kerajinan rakyat, permainan tradisional, dan Seni Sunda seperti Sanggar Karaksukan Sukabumi.

“Inten inten ing manusa lulu ing pulo napas, hirupna teu benang ku pati langgeung na teu benang ku owah hirup langgeng salawasna, ka para karuhun lembur cibiru, ahung ka susuk tunggal, nu wanik wenang ka dupak ku cirohani kadampit ku ci rohani gunung guruh candra rerang, cihaliwung nunyangidul nunyangkokolakeun kujang lahir bulu citarik datang buku cisalak, ayahing ibu tiluhur sang ratu kumpay buana ayahing ibu tihandap sang ratu tujah kalangkang, ngarinding pertiwi  rajah pamunah ingsun darma lakoni nyusur nyucruk napak sunaluri nutur bumi.” Begitu bunyi Rajah Pamunah, yang keluar dari mulut Dick Dimas, musisi karinding Sukabumi.

"FDC sangat penting untuk dikelola dengan baik dan berkelanjutan, demi mempertahankan nilai-nilai luhur budaya tradisional yang mulai terkikis zaman. Mempertahankan wajah desa, adalah bagian penting mempertahankan karakter Kabupaten Sukabumi," pungkas Hidayat.

Reporter : DANANG HAMID/Kontributor
Redaktur : Anisa Siti Rizkia
Sumber : Hidayat Asep.
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.
    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya