Menu

09 Okt 2020, 11:51 WIB

KESAKTIAN PANCASILA

Ayep Zaki | Sumber Foto:istimewa

Oleh: Ayep Zaki

Seminggu yang lalu, sejarah mengingatkan kita, bahwa Indonesia memiliki kebanggaan yaitu kesaktian nilai-nilai Budaya yang terangkum dalam PANCASILA dan PANCASILA itu sejatinya berada dalam jiwa sanubari setiap pribadi insan Indonesia sejati.

Ketok palu pengesahan Omnibuslaw cipta kerja sebagai rule untuk mengekspresikan niyat baik Pemerintah, telah menggedor hati sebagian rakyat Indonesia yang entah faham atau tidak, melakukan respon dengan turun ke jalan jalan menyampaikan aspirasi ketidaksetujuan. Aksi reaksi ini merupakan sesuatu yang natural di alam demokrasi yang berbasis Pancasila, yang tentunya dalam kasus ini, Pancasila tiada henti membisiskan nilai-nilai 5 sila-nya, terutama, sila KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAH KEBIJAKSAAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN. Musyawarah merupakan sebagian aktifitas Pancasila yang memiliki kesaktian. 

Musyawarah adalah spirit ke-KITA-an, Spirit insan Indonesia dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan. Musyawarah adalah tehnik sakti dari cara berkomunikasinya bangsa Indonesia.

Kita sangat meyakini niyat baik dari Pemerintah dengan Omnibuslaw ini, yaitu menjawab tantangan terbesar untuk mempertahankan dan menyediakan lapangan kerja. Kita pun sangat meyakini bahwa respon sebagian masyarakat melalui people power-nya, merupakan reaksi demokratis yang harus dihargai. Sudah sepatutnya kita menilai segala permasalahan ini dari konsep Ke-KITA-an, sebagai sama-sama warga Indonesia yang memiliki Pancasila yang sakti.

Namun, beberapa fakta di lapangan, people power yang seharusnya demokratis, mulai beraroma anarkis. Disinilah, kita berharap agar:

1.PEMERINTAH. Semoga Pemerintah dapat membangun komunikasi yang sejuk, sehingga segala niyat baik pemerintah bisa tersampaikan dengan jernih kepada seluruh elemen masyarakat. Komunikasi tidak hanya dengan kata-kata, namun perlu ditunjukkan dengan aksi nyata sebagai realitas niyat baik yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh elemen masyarakat, karena kunci dari permasalahan ini semua terletak pada persoalan peningkatan produktifitas masyarakat Indonesia yang memerlukan uluran langsung tangan pemerintah. Sinergitas Pemerintah dengan seluruh instrumennya dan elemen masyarakat, seyogyanya hadir dan membantu sepenuh hati untuk meningkatkan produktifitas masyarakat sesuai dengan capabilitasnya. 

2.MASYARAKAT. Masyarakat Indonesia yang baik tentunya akan merespon komunikasi yang dijalankan pemerintah dengan baik. Sikap yang berlebihan di jalanan yang mengekspresikan kemarahan dengan berbuat anarkis, tentunya akan merugikan banyak pihak, terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 ini. Diharapkan TNI POLRI sebagai instrumen penegakkan hukum bisa menjalankan tugasnya agar situasi dan kondisi menjadi aman dan terkendali.

3.MUSYAWARAH. Kita sangat meyakini, musyawarah di era reformasi yang demokratis ini yaitu dengan menggunakan jalur hukum yang semestinya, jauh akan lebih efektif dibanding dengan melakukan berbagai tindakan anarkis.

Dengan demikian, semoga Bangsa ini terhindar dari berbagai kepentingan jahat yang memicu konflik vertical dan horizontal dan dengan rapatnya Bathin kita sebagai warga bangsa, kita mampu membuktikan kembali KESAKTIAN PANCASILA.

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan akan melakukan pemeriksaan kelengkapan data dari peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS. Pada Minggu 1 November 2020, peserta...

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil seleksi penerimaan CPNS 2019 akhirnya resmi diumumkan serentak pada, Jumat, 30 Oktober 2020. Dari kuota 254.173 orang yang dibuka sejak awal, tidak semuanya berhasil terisi. "Ada beberapa...

SUKABUMIUPDATE.com - Ayo selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan. Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan kedisiplinan mematuhi kombinasi protokol kesehatan bisa menurunkan risiko penularan Covid-19 bahkan sampai 99,99 persen. “Ternyata 3M sangat ampuh...

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki musim libur panjang dan cuti bersama pengujung Oktober 2020, anggota kepolisian lalu lintas Polres Sukabumi menyisir sejumlah objek wisata pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2020). Dalam kesempatan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya