Menu

Selasa, 11 Desember 2018, 11:45 WIB

Kebijakan Ekonomi Jilid 16, Untuk Siapa?

| Sumber Foto:Istimewa

Oleh: Milna Hijriani

Asing dan aseng semakin dimanjakan di bumi pertiwi. Kebijakan ekonomi jilid 16 yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, serta Perwakilan OJK Nurhaida di Kantor Presiden, hari Jumat 16 November 2018 lalu, memuat 3 kebijakan baru, salah satunya adalah relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI).

Daftar Negatif Investasi mengeluarkan 54 bidang dari daftarnya yang artinya, Penanaman Modal Asing (PMA) yang semula harus menjalin kemitraan dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) atau koperasi dengan kepemilikan saham hingga 60 persen, kini bisa dimiliki penuh 100 persen oleh PMA.

Muncullah tanda tanya besar, siapa yang akan lebih diuntungkan jika pemodal asing datang? Walaupun pemerintah menilai hal ini dilakukan karena belum optimalnya pelaksanaan DNI sejak 2016, namun nyatanya bidang-bidang usaha yang ditawarkan 100 persen kepada asing ini sebenarnya usaha-usaha yang mampu dilakukan oleh rakyat yang tentu saja akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Maka pemerintah telah meliberalkan ekonomi, mempersembahkan ekonomi untuk asing dan aseng. Pemerintah kehilangan hakekatnya sebagai pemimpin yang harus melayani (rain) dan melindungi (junnah) rakyatnya. Pemerintah seharusnya memberi ruang yang lebih banyak bagi rakyatnya.

|sukabumi.belajarnulis@gmail.com|

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

Oleh: Alfajri Hanif Musim hujan deras seperti saat ini menjadi hal yang menakutkan bagi sejumlah warga di Kampung Babakan Kembang, RT 03 RW 08, Kelurahan/Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Saat hujan turun,...

Oleh: Melani Fabiansyah Kondisi jalan menuju Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Bojongkopo RT 2 RW 12, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi rawan kecelakaan. Jalanan licin akibat air hujan dan tanah...

Oleh: Ramdani Murdiana Tidak menutup kemungkinan bahwa kesempatan selalu ada dimana saja dan kapan saja asalkan kita terus berjuang dan jangan pernah menyerah, itulah yang selalu dilakukan oleh seorang pemuda...

Telah hilang sepeda motor jenis Honda Vario 125 bernomor polisi F 6256 QE. Diketahui hilang subuh tadi di Cijangkar, Kota Sukabumi, Selasa (11/12/2018). Motor memiliki ciri-ciri: Warna putih, ada stiker...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya