Anak Kecanduan Aplikasi Tik Tok, Ini Kata Psikolog

Minggu 01 Juli 2018, 08:56 WIB

SUKABUMIUPDATE.com - Seiring perkembangan teknologi saat ini, berbagai jenis aplikasi bermunculan. Salah satunya Tik Tok, yang sedang digemari. Aplikasi ini tidak hanya digemari kalangan dewasa tapi juga anak-anak.

Baru-baru ini, seorang anak laki-laki yang sedang populer di aplikasi ini atau yang dikenal dengan istilah seleb Tik Tok, Bowo Alpenliebe, membuat heboh dunia maya. Bowo merupakan salah satu pengguna aplikasi Tik Tok yang sangat populer.

Akun Tik Tok nya, @prabowo118 saat ini sudah punya lebih dari 790.000 pengikut dan 6,8 juta penyuka untuk semua videonya di Tik Tok. Tik Tok merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna ga membuat video musik pendek dengan menyelaraskan bibir dan dimiliki perusahaan Cina, Bytedance.

Saking populernya, Bowo kemudian menggelar acara Meet & Greet bersama penggemarnya baru-baru ini. Uniknya, untuk bertemu dengan bocah berusia 13 tahun tersebut para penggemar harus membayar uang sebesar Rp 80 ribu.

Sayangnya, setelah membayar mahal banyak penggemar yang mengeluhkan soal keaslian Bowo dari dunia nyata dibanding yang mereka lihat di dunia maya. Terkait hal ini, psikolog dan pendiri Personal Growth, Ratih Ibrahim ikut angkat bicara. Ia secara tegas mengatakan ini adalah sebuah hal yang tidak masuk akal dilakukan anak-anak hingga remaja.

“Enggak. Itu sangat tidak masuk akal. Yang jadi pertanyaan adalah orang tuanya pada ke mana,” katanya.

Ia menduga Bowo sudah terbiasa menggunakan gawai sejak masih anak-anak. Hal ini yang kemudian membuatnya menjadi kecanduan terhadap gawai.

“Anak itu mungkin saja sudah terpapar dari umur dua tahun. Bayangkan saja, sudah bertahun-tahun dia terkapar,” kata Ratih

Selain itu, Ratih menjelaskan seseorang menjadi kecanduan media sosial saat merasa eksistensi dirinya naik. Dia juga menduga hal ini adalah sesuatu hal yang sudah biasa di keluarganya. Dalam hal ini, kemungkinan besar orang tuanya adalah figur yang juga sangat menggemari adanya pengakuan eksistensi diri mereka pada publik. 

“Anak seperti itu mungkin saja orang tuanya berlaku yang sama,  mungkin banci kamera juga sebab anak itu adalah merefleksikan orang tuanya,” kata Ratih.

Sumber: Tempo

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Simak breaking news Sukabumi dan sekitarnya langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita SukabumiUpdate.com WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaXv5ii0LKZ6hTzB9V2W. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Berita Terkini
Sukabumi24 November 2024, 23:11 WIB

Mobil Jazz Merah Ngebut, Penyebab Kecelakaan Beruntun Maut di Sukaraja Sukabumi

Peristiwa kecelakaan beruntun maut di Sukabumi yang melibatkan empat mobil dan satu motor itu mengakibatkan satu orang tewas dan 6 orang lainnya terluka.
Mobil Honda Jazz merah penyebab kecelakaan beruntun di Sukaraja Sukabumi saat dievakuasi. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi24 November 2024, 22:51 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sukaraja Sukabumi Libatkan 5 Kendaraan, 1 Korban Meninggal

Berikut kronologi kecelakaan beruntun di Sukaraja Sukabumi yang libatkan 5 kendaraan.
Kondisi kendaraan yang terlibat kecelakaan di Sukaraja Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Nasional24 November 2024, 22:15 WIB

Siap-siap, Harga Rumah Diproyeksi Bakal Naik Imbas Kebijakan PPN 12 Persen

Kenaikan tarif PPN 12 Persen mulai tahun depan ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR pekan lalu.
Ilustrasi rumah. (Sumber : Shutterstock)
DPRD Kab. Sukabumi24 November 2024, 21:24 WIB

Reses Loka Tresnajaya di Desa Kutajaya Sukabumi, Infrastruktur Mendominasi Aspirasi

Menurut Loka, Desa Kutajaya adalah salah satu desa terluas di Cicurug namun masih memiliki sejumlah wilayah yang belum tersentuh aspal.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Partai Golkar, H.M. Loka Tresnajaya menggelar reses di Kampung Pereng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Sabtu 23 November 2024. (Sumber : Istimewa)
Sehat24 November 2024, 21:02 WIB

Tukak Lambung Pada Anak : Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Tukak lambung atau yang juga dikenal sebagai tukak peptik diketahui sangat jarang terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, tetapi ternyata hal ini terjadi lebih sering daripada yang dibayangkan.
Ilustrasi seorang anak menderita tukak lambung (Sumber : Freepik/@freepik)
Sukabumi24 November 2024, 20:23 WIB

10 Penumpang Terluka, Kronologi dan Dugaan Penyebab Bus Terguling di Lingsel Sukabumi

Berikut kronologi dan dugaan penyebab bus terguling di jalur Lingkar Selatan atau Lingsel Kota Sukabumi.
Bus yang terguling di Jalur Lingkar Selatan Kota Sukabumi saat dievakuasi oleh mobil derek. (Sumber Foto: Istimewa)
Life24 November 2024, 20:00 WIB

3 Legenda Curug Sanghyang Taraje, Tapak Sangkuriang Hingga Tangga Menuju Kayangan

Konon, Sangkuriang ingin mengambil bintang untuk Dayang Sumbi, ibu yang sangat dicintainya. Untuk mencapai bintang, Sangkuriang melewati Curug Sanghyang Taraje, yang dianggap sebagai tangga menuju kayangan.
Curug Sanghyang Taraje. Foto: IG/smiling.westjava
Mobil24 November 2024, 19:26 WIB

Sejarah dan Kisah Angkutan Umum di Pajampangan Sukabumi

Keberadaan angkutan umum di wilayah Sukabumi Selatan tersebut sudah ada sekitar tahun 1921, dengan jurusan Soekaboemi-Soerade.
Angkutan umum pertama Surade-Sukabumi (Sumber : Istimewa)
Sukabumi24 November 2024, 19:05 WIB

Diduga Depresi, Lansia Asal Cidahu Sukabumi Tewas Tergantung di Rumah Kosong

Berikut kronologi dari keluarga terkait tewasnya lansia asal Cidahu Sukabumi yang ditemukan tergantung di dalam rumah kosong.
TKP pria lansia ditemukan tewas tergantung di Cidahu Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Sehat24 November 2024, 19:00 WIB

Donor Jantung untuk Penderita Gagal Jantung, Ketahui 4 Hal Berikut Ini!

Donor Jantung adalah orang yang memberikan jantungnya untuk transplantasi kepada penderita gagal jantung.
Ilustrasi. Donor Jantung untuk Penderita Gagal Jantung, Perhatikan 4 Hal Berikut. (Sumber : Freepik/freepik)