Minggu, 18 Februari 2018 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Pria Gantung Diri Hingga Jadi Tengkorak Gegerkan Nyalindung Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terungkap ! Ini Tujuan Warga Bangun Susunan Batu yang Menghebohkan di Cidahu Kabupaten Sukabumi
Ngeri ! Puluhan Buruh Garmen di Cicurug Sukabumi Kesurupan Massal
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengerikan! Jari Tangan Pelajar SMK Dwi Darma Sukabumi Putus Disabet Senjata Tajam
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan


Warga Waluran Kabupaten Sukabumi Kecam Marak Banner Partai di Pohon

Senin, 13 November 2017 - 20:15:15 WIB


Warga Waluran Kabupaten Sukabumi Kecam Marak Banner Partai di Pohon
© Ragil Gilang
Banner partai berada di batang pohon.

SUKABUMIUPDATE.com - Memasuki tahun politik 2018 - 2019 kembali marak beberapa banner atau baliho kampanye, yang memanfaatkan pohon sebagai alat bantu.

Seperti yang nampak di Jalan Cimulek - Waluran, Kabupaten Sukabumi, banner bakal calon Presiden bersama anggota DPR RI dari salah satu partai menggunakan pohon, dan paku sebagai alat menempelkan banner.

BACA JUGA: Pohon Dijadikan Alat Kampanye, Trantib Parungkuda Kabupaten Sukabumi Pertanyakan Aturan

"Tadi pagi memang ada yang memasang  banner di pohon dekat SMPN 1 Waluran. Kebetulan saya lagi kerja membuat pagar di sekolah tersebut, mungkin dipasang  oleh pengurus partai. Pemasanganya juga menggunakan paku dan di pasang di pohon,” tutur  Rudi (38 tahun) warga  Kampung Cimulek.

BACA JUGA:  Marak Banner Kandidat  Cagub di Ciemas Kabupaten Sukabumi

Sementara itu penggiat wisata, dan lingkungan Asep Hidayat, secara pribadi menolak pemasangan banner dengan memakunya di pohon. Lantaran, menurutnya pohon pun sama mempunyai hak hidup.

"Pohon mempunyai hak hidup, sama seperti kita. Apalagi pohon itu sangat bermanfaat memberikan oksigen untuk kehidupan manusia. Pohon di pinggir jalan kan sengaja di tanam, dan memaku pohon sama saja membunuh pohon tersebut." ujar Asep, menyayangkan.

Reporter: RAGIL GILANG
Redaktur: GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi: redaksi@sukabumiupdate.com
E-mail Marketing: marketing@sukabumiupdate.com





Berikan Komentar