Jumat, 24 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil


Yes I Do Genjot Program Kabupaten Sukabumi Layak Anak

Rabu, 13 September 2017 - 19:52:08 WIB


Yes I Do Genjot Program Kabupaten Sukabumi Layak Anak
© Garis Nurbogarullah
Pertemuan Forum Multi Stakeholder HKSR Kabupaten Sukabumi yang digelar di aula pendopo, Rabu (13/9/2017).

SUKABUMIUPDATE.com - Menuju Kabupaten Sukabumi layak anak, Program Yes I Do yang digagas sejumlah organisasi non pemerintahan, genjot sosialisasi dengan menggandeng para stakeholder.

Manager Program Yes I Do Sukabumi, Deri Irawan mengatakan, pertemuan program multi stakeholder, Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) ini upaya mendorong menuju  Kabupaten Sukabumi layak anak.

"Tujuannya mengurangi angka perkawinan anak, kehamilan remaja, dan praktik yang dapat membahayakan reproduksi perempuan di Kabupaten Sukabumi," ucap Deri, kepada sukabumiupdate.com, di sela-sela kegiatan di Pendopo, Rabu (13/9/2017).

BACA JUGA: Wabup Sukabumi Launching Yes I Do

Ia mengaku, sebelumnya telah melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kembang, untuk melihat sejauh mana program tersebut berjalan. Namun menurutnya, buat mencapai hal itu, semua stakeholder dan masyarakat juga harus turut andil.

"Semua stakeholder yang ada dan terkait bisa ikut bersama-sama dalam upaya memastikan, melindungi, dan hak-hak anak di seluruh desa. Khsususnya empat desa yang diintervensi program yes i do, yakni Cisolok, Cikelat, Sukaraja, dan Limbangan, di Kecamatan Sukaraja," sebutnya seraya merinci.

BACA JUGA: Pemerintah Kabupaten Sukabumi Sabet Dua Penghargaan Sekaligus

Program ini, tambah Deri, tak akan sukses apabila tidak menginterpensi orang tua, karena semua keputusan ada di orang tua. Misalnya, Deri mencontohkan, ketika anak memiliki keinginan sekolah tinggi untuk menggapai cita-citanya, sementara orang tuanya malah menikahkan anaknya, otomatis si anak pun tidak bisa berbuat apa-apa.

"Maka interpensi juga kita lakukan kepada orang tua, melalui kegiatan yang intens secara reguler setiap bulan, agar orang tua mendapatkan informasi betapa pentingnya kesehatan reproduksi anak," tandasnya.

BACA JUGA: Tahun 2028, Jabar Ditargetkan Jadi Provinsi Layak Anak

Sementara jumlah usia pernikahan dini, berdasarkan catatan base line yang dimilkinya, khususnya Kecamatan Sukaraja, dan Kecamatan Cisolok, mencapai 50 persen. "Rata-rata perempuan menikah dibawah umur 18 tahun kebawah," sampainya.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar