Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Pakansi

Bakso Kuburan Mantan, Kuliner Mengejutkan dari Eks TKI Asal Sukabumi
Curug Sawer, Tak Ada Tempat Seperti Ini
Mitos Ki Hamali di Balik Keindahan Curug Cikaso
Ini Sungai Terpendek di Sukabumi, Mungkin Juga di Indonesia, Bahkan Dunia
Pantai Ujung Genteng Segera Miliki Masjid Terapung
Dapoer Mang Boel, Tongkrongan Hits Remaja Sukabumi
Curug Banteng, Kabupaten Sukabumi, Pilihan Wisata Akhir Pekan
Mitos Kamar 308 Inna Beach Hotel Palabuhanratu
Sediakan Warung Sarapan Gratis, Pria di Kota Sukabumi Ini Patut Ditiru
Mau Tahu Jika Curug Cikaso Kabupaten Sukabumi Ngamuk? Sekarang Saatnya


Wisatawan Keluhkan Fasilitas di Objek Wisata Cikundul Kota Sukabumi

Sabtu, 07 Januari 2017 - 17:11:05 WIB


Wisatawan Keluhkan Fasilitas di Objek Wisata Cikundul Kota Sukabumi
© Panji Setiaji
Sejumlah fasilitas di Objek Wisata Air Panas Cikundul Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagai objek wisata yang dikelola Pemerintah Kota Sukabumi, pemandian air panas Cikundul memang masih memerlukan banyak sentuhan. Padahal setiap weekend objek wisata di pinggir Sungai Cimandiri, Kecamatan Lembursitu ini, selalu ramai dikunjungi wisatawan, yang ingin merasakan panasnya air belerang.

Air panas ini kemudian disalurkan ke kolam renang berukuran kecil, serta kamar rendam yang jumlahnya pun terbatas, hanya ada lima pintu. Lokasi ini juga menjadi tempat berkumpul keluarga, biasanya menggelar makan bersama, di tempat yang disediakan pengelola.

Selain kolam air panas, ada juga kolam air dingin dan sejumlah cottage yang disewakan bagi pengunjung yang ingin beristirahat. “Kolam rendam terdapat lima di dalamnya ada dua pancuran air dingin dan air panas, bisa di-mix. Banyak khasiatnya kalau berendam air panas belerang, menyembuhkan reumatik, asam urat, dan penyakir kulit, tapi harus rutin,” ungkap petugas objek Wisata Air Panas, Wahyu kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (7/1)

Namun objek wisata ini dimata sejumlah pengunjung masih dianggap belum dikelola maksimal. Banyak fasilitas yang kurang mendapatan perawatan, termasuk kurang promosi.

"Kurang sentuhan, seperti jalan menuju kolam rendam di keramik, termasuk tempat berganti pakaian harus terpisah antara laki laki dan perempuan," ungkap salah seorang pengunjung asal Sukaraja, Kabupaten Sukabumi Effendi (45) kepada, Sabtu.

Selain itu, Effendi berharap, fasilitas kolam pemandian perlu dipisah antara laki laki dan perempuan, serta dewasa dan anak anak. “Jangan bercampur kayak gini. Masalahnnya kolamnya kecil, kalau bercampur malah jadi nggak nyaman. Kalau mau kolamnya dibuat lebih luas lagi,” pungkasnya. 

Reporter: PANJI SETIAJI/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar