Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Warga Sukamaju Kabupaten Sukabumi Diresahkan Beredarnya Upal

Kamis, 21 September 2017 - 17:32:23 WIB


Warga Sukamaju Kabupaten Sukabumi Diresahkan Beredarnya Upal
© Nandi
Pedagang ini tunjukan selembar uang pecahan Rp50 ribu yang diduganya bukan asli.

SUKABUMIUPDATE.com - Naas bagi penjual bensin eceran dan toko kelontongan di Kampung Sukasari, 05/02, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Menjual bensin pada seorang pria bertopi, malah yang ia terima uang palsu (upal).

"Pertama istri saya tidak curiga, namun setelah saya perhatikan, uang tersebut ternyata ada yang berbeda di kertas dan tulisan uang tersebut," ujar Asep Ramdan (31), kepada sukabumiupdate.com, Kamis (21/09/2017).

BACA JUGA: Beredar Uang Mainan Rp10 Ribu, Pedagang Kota Sukabumi Resah

Uang tersebut, kata Asep, kertasnya kasar serta tulisannya tidak rapih, seperti selayaknya uang asli. Meskipun hanya pecahan Rp50 ribu, namun tetap saja diakuinya, sedikit banyak meresahkan warga.

"Saya kurang hafal orangnya, tapi istri saya yang kenal. Katanya sering mondar mandir ke wilayah sini menggunakan sepeda motor Mio," terang Asep.

Tak hanya dirinya, masih ada dua korban lainnya, yaitu pemilik warung kelontongan, dan warung kecil, di Kampung Panyawelan yang kedapatan pembelinya membayar dengan uang palsu. Bahkan, lanjut Asep, toko kelontongan yang tidak jauh dari rumahnya tersebut mengalami sampai beberapa kali, namun uangnya dikembalikan lagi kepada pembeli, karena cepat dikenali sebagai upal.

"Saya belum lapor ke pihak kepolisian, mau memperhatikan dulu, takutnya ada lagi ke sini. Kalau ada, akan ditangkap dan dibawa ke polisi," janjinya.

BACA JUGA: Edarkan Upal, Polsek Parungkuda Kabupaten Sukabumi Bekuk Pemuda Asal Jawa Tengah

Saat ini, uang pecahan Rp50 ribu tersebut, Asep simpan sebagai barang bukti. Dirinya berharap, tidak ada lagi korban di Desa Sukamaju, meskipun kerugian tidak seberapa, namun kalau terjadi kepada warung kecil di perkampungan, sedikit banyak akan berpengaruh.

"Kalau saya tidak masalah, biarkan saja pasti dosanya pelaku yang rasakan. Namun, ditakutkan hal ini terjadi pada warung yang kecil," Tutur Asep.

Reporter: NANDI
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar