Senin, 21 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Mereka

Gadis Skuad Timnas Asal Kabupaten Sukabumi: Ingin Obati Mata Ayah Agar Bisa Nonton Saya Main Sepak Bola
10 Pertanyaan untuk Warga Sukabumi yang Diduga Menistakan AlQuran
Mang Dedi: Orang Sukabumi Jangan Bicara Budaya Sunda, Benerkeun Heula Basa Sapopoe
Puri adalah Puri. Pewaris Darah Seni Uyan Asmi
Pebola Wanita Asal Kabupaten Sukabumi Ini, Ditinggal Ayah Saat Ia Terpilih Memperkuat Timnas
Mak Dini Turun Gunung, Pimpin LSM Kompak Kabupaten Sukabumi
Berpuasa di Negeri Orang, Gadis Kota Sukabumi Melawan Rasa Kangen
Kabupaten Tasikmalaya Mandiri di Tangan Santri
Ajengan Genteng, Teman Diskusi Bung Karno dan Guru dari Ki Hajar Dewantara
Dari Cibatu Menuju Bisnis Travel Wisata


Warga Sukabumi, Jika Temui Reptil Berbahaya Hubungi Saja Peribumi

Minggu, 18 Juni 2017 - 16:46:29 WIB


Warga Sukabumi, Jika Temui Reptil Berbahaya Hubungi Saja Peribumi
© Dok. Pribadi
Komunitas Peribumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Perkumpulan Pecinta Reptil Sukabumi (Peribumi), menjadi salah satu komunitas dengan hobi unik. Mereka sekumpulan penyuka binatang reptil, khususnya ular.

Komunitas ini berdiri sejak tahun 2016 lalu. Menurut Muhamad Wildan, selaku Ketua Peribumi, komunitas ini di bentuk dengan tujuan utamanya untuk mengedukasi bahwa tidak semua ular itu, berbahaya.

BACA JUGA: Sukabumi Cat Lovers, Pecinta Kucing Jalanan Tak Bertuan hingga Berharga Belasan Juta

”Awal mulanya terbentuk komunitas reptil itu, untuk membuat wadah, sekaligus. menghapus persepsi masyarakat terhadap ular. Ular merupakan ekosistem penting, khususnya bagi petani, karena bisa mencegah wabah hama tikus,” jelasnya kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/6).

Ditambahkannya, kegiatan rutin yang selalu dilakukan komunitas Peribumi adalah gathring,  sosialisasi, edukasi herving atau mendata jenis-jenis ular yang masih terjaga kelestariannya di Sukabumi.

BACA JUGA: Macro Phone Sukabumi, Hunting and Sharing

“Contoh edukasinya seperti, menjelaskan perbedaan jenis ular hijau yang berbahaya dan tidak, ular-ular sawah yang berbahaya dan tidak. Selain itu, cara menangani ular yang masuk ke dalam rumah. Setelah edukasi, kami atraksi atau adu ketangkasan dengan ular. Terakhir, biasanya diisi dengan berinteraksi langsung mendengar keluhan-keluhan masyarakat” jelas Wildan.

Komunitas ini, tambah Wildan, tidak mempunyai jadwal khusus berkumpul. Namun pasti ada saja pertemuan dalam seminggu sekali, di home base-nya di Jalan Brawijaya, Gang 2 Bhayangkara, Kota Sukabumi.

BACA JUGA: Ini Komunitas Mancing Tanpa Batas, dari Sukabumi Hingga Alaska

“Ular-ular yang kami punya tentunya yang sering ditemukan di sekitar, seperti ular hijau, ular sawah, dan sanca. Tapi ttidak hanya ular, kami juga memelihara reptil berkaki, seperti biawak (varanus salvator), nebulus biawak Jayapura,” beber pria berusia 24 tahun itu.

Wildan juga menceritakan tentang pengalaman paling lucu dan selalu diingatnya, yaitu ketika nge-rescue ke salah satu daerah di Sukabumi, yang menurut informasi ia terima, berukuran sebesar termos air.

BACA JUGA: Komunitas MCB Born Free Sukabumi, Sepeda Jadi Istri Kedua

“Dengan rasa penasaran kami mencarinya. Setelah sekian lama dicari ternyata ular yang katanya sebesar termos itu, nyatanya hanya sebesar jempol kaki,” tuturnya.

Ditanya soal harapan ke depan, Wildan ingin ular-ular yang di alam lebih banyak berkembang, agar terjaga ekosistemnya. Khusus untuk Peribumi, bisa lebih dikenal masyarakat, agar bisa membantu warga jika ditemui ular sebesar termos air, terangnya dengan nada bercanda.

“Dan paling penting satu, jika masyarakat menemukan ular, saya harap tidak langsung dibunuh,” pungkasnya.

Reporter: ANNISA RAHMATILLAH
Penyunting: *
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar