Sabtu, 19 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Kenikmatan Sebuah Meja Cooking Class di Kota Sukabumi


Warga Jadikan Cabai Busuk Alternatif Bumbu

Senin, 09 Januari 2017 - 22:24:35 WIB


Warga Jadikan Cabai Busuk Alternatif Bumbu
© Antara.
Ilustrasi--Buruh memetik cabai rawit merah di lapak pedagang agen Cabai, Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/1/2017). Buruh mengaku tingginya harga cabai rawit merah hingga Rp 95 ribu per kilo membuat pendapatan mereka sebagai buruh pemetik cabai menurun dari biasanya, dari 30 kilogram cabai per hari menjadi 15 kilogram cabai per hari dengan upah Rp 2 ribu per kilogram cabai.

SUKABUMIUPDATE.com - Konsumen cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi, Jawa Barat, beralih mengonsumsi cabai busuk sebagai alternatif bumbu masak karena tingginya harga komoditas tersebut sejak perayaan tahun baru 2017.

"Sebelum tahun baru, kita menjual cabai rawit merah Rp80 ribu per kilogram, lalu naik Rp100 ribu per kilogram dan sekarang sudah tembus ke harga Rp120 ribu per kilogram," kata pedagang cabai di Pasar Baru Bekais Timur, Damiria (34) di Bekasi, Senin (9/1).

Menurut dia, tingginya harga jual cabai rawit merah membuat pelanggannya beralih mengonsumsi cabai busuk kering sebab harganya yang jauh lebih murah, yakni berkisar Rp40.000 per kilogram.

"Cabai busuk ini banyak diborong pengusaha rumah makan atau warteg untuk bumbu masakan. Bahkan ada juga yang membeli untuk dikonsumsi keluarganya. Biasanya dicampur dengan yang segar supaya harganya murah," katanya.

Menurut dia, kualitas cabai busuk memang tidak sebaik cabai segar, namun dia mengklaim kandungan bakteri jahat dalam tanaman itu akan mati saat proses pemasakan.

"Cabainya memang tidak mulus, tapi banyak juga yang membeli untuk diolah di warung makan. Katanya kalau dimasak bisa aman untuk dimakan," katanya.

Pedagang yang mengaku sudah berjualan sejak 2009 di Pasar Baru Bekasi itu menilai ketidakstabilan harga cabai terjadi pascaperayaan malam pergantian tahun.

Dia mengaku terpaksa menaikkan harga jual hingga Rp40.000 per kilogram dari harga normal akibat pasokan yang tidak stabil dari sejumlah daerah penghasil.

"Katanya karenakan faktor cuaca yang tidak stabil setelah dilakukan penanaman," katanya.

Cabai di lokasi itu dipasok dari pedagang di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Salah satu konsumen warga Perumahan Pesona Jatimulya, Annisa (25), mengaku membeli cabai busuk yang dioplos dengan cabai segar untuk masakan ayam merah khas Riau.

"Kalau dioplos harganya cuma Rp60 ribu per kilogram. Kalau beli yang segar mahal harganya. Ayam merah ini memang harus pedas, tidak bisa diganti dengan bumbu lain," katanya.

Dia mengaku tidak khawatir dengan ancaman penyakit yang timbul dari konsumsi cabai busuk.

"Cabainya kan sudah dijemur dan kering. Rasa pedasnya juga lebih terasa," katanya.

Sumber: ANTARA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar