Rabu, 20 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Nasional

Kecelakaan Maut Jalan Raya Cimande Menyisakan Luka Mendalam Bagi Keluarga Pengendara Mobil Brio
Pray For Garut, Inilah 17 Korban Meninggal yang Terindentifikasi
Hino Pengangkut Pasir Hantam Lima Mobil, 3 orang Meninggal 3 orang Luka
Bupati: Germas HS Mengacu kepada 12 Indikator
Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang Ditawarkan pada Investor Asean
Diperkosa Sejak Usia 16 Tahun, Perempuan Ini Laporkan Gatot Brajamusti ke Polisi
Kronologi Kasus Pembunuhan Oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi
Diduga Dibawa Kabur Pria Kenalan di Medsos, Nur Janah (mencaricinta Illahi) Warga Sukaraja Dua Bulan Hilang
Belum Terima THR, Ratusan Pegawai Garmen Mogok Bekerja
Apakah Warga Sukabumi Masih Ingat, Ada Apa dengan 4 Desember?


Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar

Minggu, 16 Juli 2017 - 19:16:11 WIB


Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar
© Dok.sukabumiupdate.com
Ilustrasi SU.

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memberi tanggapan atas video pengendara sepeda motor yang berkeras naik ke trotoar meski dihadang komunitas pejalan kaki. Peristiwa itu terjadi di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Video ini menyebar dengan cepat di media sosial dan menjadi viral.

Djarot mengatakan trotoar memang bukan untuk pengguna sepeda motor. "Kalau itu kurang ajar. Itu dishub dengan kepolisian (harus) tangkap, enggak tertib toh," ujar Djarot saat ditemui di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Ahad, 16 Juli 2017.

Menurut Djarot, trotoar disediakan untuk pejalan kaki. Karena itu, jika ada pengendara sepeda motor naik ke trotoar, sudah sepantasnya ditindak. "Tangkap, hukum, karena itu menyerobot hak pejalan kaki," kata Djarot.

Tak hanya bagi pengguna sepeda motor yang menyerobot trotoar, pelanggar lain di trotoar pun diingatkan Djarot agar segera sadar. Pedagang kaki lima salah satunya. Djarot menegaskan harus ditertibkan jika masih tetap menggunakan trotoar sebagai lapak dagangannya.

"Makanya saya perintahkan pada wali kota untuk mengevaluasi camat dan lurahnya. Kalau ada seperti itu langsung tertibkan. Kalau satu saja dibiarkan maka dia akan beranak pinak, dikirainboleh," kata mantan Wali Kota Blitar itu.

Di sisi lain, Djarot ikut mengapresiasi langkah komunitas pejalan kaki yang memperjuangkan hak-haknya. Djarot menilai, semakin banyak pejalan kaki akan membawa kebaikan bagi warga Jakarta. Apalagi saat ini sebagian warga Jakarta cenderung enggan berjalan kaki.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: NASIONAL

Berikan Komentar