Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan


Twitter Tanpa Alasan Tutup Ribuan Akun Pengikut Presiden Maduro

Minggu, 18 Juni 2017 - 10:57:52 WIB


Twitter Tanpa Alasan Tutup Ribuan Akun Pengikut Presiden Maduro
© bbc.com
Presiden Maduro.

SUKABUMIUPDATE.com - Twitter tanpa alasan jelas menutup ribuan akun yang terhubung dengan akun resmi Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah Twitter itu membuat presiden Maduro marah besar dengan menyebut Twitter fasis dan menganiaya para pengikutnya.

Salah satu akun yang ditutup Twitter milik stasiun radio yang didirikan Maduro, Radio Miraflores. Radio dengan program musik salsa disiarkan dari istana presiden. 

"Twitter di Venezuela hari ini menutup ribuan akun masyarakat. Sederhana karena menjadi Chavistas," kata Maduro seperti dikutip dari Channel News Asia (18/6).

"Mereka membunuh ribuan akun, jika mereka menutup seribu, kita akan membuka 10 ribu atau lebih dengan melibatkan orang-orang muda. Pertarungan di media sosial sangat penting," tegas Maduro. 

Chavistas merupakan julukan untuk pengikut mantan presiden Hugo Chavez. Chavez merupakan pioner di antara para politisi Venezuela dalam menggunakan Twitter. Jutaan orang menjadi pengikut akun Chavez dan secara teratur akun itu mengunggah berita-berita. Saat ini pengikut akun Twitter Chavez mencapai 4 juta orang.

Menghadapi putusan sepihak Twitter, Maduro meminta pendukungnya untuk tetap menggunakan Twitter untuk menghadapi kritikan dari kelompok oposisi yang menggunakan media sosial. 

Para oposisi melalui media sosial termasuk Twitter mengkritik kinerja Maduro. Mereka juga telah berunjuk rasa dalam kurun waktu dua bulan ini untuk menuntut pemilihan umum digelar, mengkritik larangan berunjuk rasa, dan mengeluhkan kelangkaan pangan dan obat-obatan.

Maduro yang marah besar dengan Twitter kemudian menunjukkan foto pemimpin Twitter di Venezuela kepada para jurnalis sebagai penanggung jawab atas penutupan ribuan akun Twitter pendukungnya. 

Hanya saja, berdasarkan data Twitter, Caracas tidak ada dalam daftar  kantor Twitter di luar negeri. 

Ciutan terakhir satu akun Twitter yang terhubung dengan akun resmi pemerintah Venezuela, yakni miraflores_TV memuat komentar Maduro yang menentang Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence pada hari Kamis (15/6). 

Peraturan Twitter yang berlaku selama ini memuat penjelasan tentang alasan penutupan akun, antara lain soal tingkah laku yang melecehkan, keamanan, atau spam. Sedangkan alasan penutupan ribuan akun  pengikut presiden Maduro, Twitter tidak memberikan jawaban.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar