Jumat, 24 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil


Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Penganiayaan Hingga Tewas Warga Tipar Kota Sukabumi Datangi Polresta

Kamis, 14 September 2017 - 12:02:55 WIB


Tuntut Keadilan, Keluarga Korban Penganiayaan Hingga Tewas Warga Tipar Kota Sukabumi Datangi Polresta
© Garis Nurbogarullah
Ayah korban, Wawan Ridwan (61 tahun), memegang berkas laporan dari Polresta Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Keluarga korban penganiayaan hingga meninggal dunia sepekan lalu, Galih Nurhikmah (23 tahun), warga Jalan Tipar, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat, meminta pelaku dihukum seberat-beratnya.

"Saya meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini dengan sebenar-benarnya, dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Kalau bisa beri hukuman mati, atau seumur hidup," tandas Wawan Ridwan (61 tahun), ayah almarhum Galih,  kepada sukabumiupdate.com, Kamis (14/9/2017).

BACA JUGA: Ini Kronologi Penganiayaan Warga Tipar Kota Sukabumi Hingga Tewas

Wawan pun berterima terima kasih kepada pihak kepolisan Kota Sukabumi yang telah menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam. Namun menurutnya, pelaku penganiayaan sebenarnya bukan hanya tujuh orang, melainkan lebih dari 10 orang.

"Menurut keterangan teman-teman anak saya, yang juga sebagian menjadi saksi, pelaku penganiayaan lebih dari 10 orang, bahkan ada indikasi pembunuhan berencana," tuturnya.

BACA JUGA: Kapolresta Sukabumi: Motif Pembunuhan Warga Tipar, Murni Rebutan Lapak Pasar Pelita

Menurutnya lagi, kronologi yang dipaparkan waktu lalu oleh pihak kepolisian kurang pas dengan yang ia dengar dari saksi (teman korban), saat di lokasi, bahwa korban menyerang terlebih dahulu ke Pasar Pelita.

"Yang sebenarnya, anak saya waktu itu sedang memeriksa auning (lapak dagang), karena itu memang tugas dia, sesuai dengan SK (Surat Keputusan) yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi kepadanya, dan tidak benar juga, kalau anak saya membawa senjata tajam untuk menyerang. Intinya usut yang sebenarnya," pinta Wawan.

BACA JUGA: Pemuda Asal Tipar Kota Sukabumi Dianiaya, Polisi Jaga Titik Rawan

Kini, keluarga korban akan mendampingi saksi ke Polresta Sukabumi untuk mengungkap kejadian sebenarnya.

Reporter: GARIS NURBOGARULLAH
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar