Minggu, 24 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


Tunggu Data Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat Tipis 0,99 Poin

Senin, 17 Juli 2017 - 13:38:02 WIB


Tunggu Data Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat Tipis 0,99 Poin
© Twitter (@IDX_BEI)
Sambutan Dir BEI, Nicky Hogan dalam Acara Peluncuran Strategi Perlindungan Konsumen Keuangan.

SUKABUMIUPDAT E.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin, (17/7), dibuka menguat tipis sebesar 0,99 poin seiring dengan antisipasi investor terhadap data ekonomi domestik.

IHSG BEI naik 0,99 poin atau 0,02 persen menjadi 5.831,02 poin, sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 0,08 persen menjadi 977,32 poin.

"IHSG kembali bergerak menguat meski bergerak dalam kisaran sempit," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta.

Menurut dia, penantian investor terhadap sejumlah data ekonomi yang akan dirilis membuat pelaku pasar saham cenderung selektif dalam melakukan transaksi.

"Data neraca perdagangan Indonesia periode Juni tahun ini menjadi perhatian investor, diharapkan mencatatkan kenaikan surplus sehingga mendorong IHSG lebih tinggi," katanya.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan, pelaku pasar juga sedang mengantisipasi laporan laba perusahaan periode semester pertana tahun ini yang diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan.

"Setidaknya faktor itu menjadi katalis bagi IHSG untuk naik," kata Nico.

Di sisi lain, lanjut Nico, pemerintah yang mengelola utang dengan hati-hati juga cukup direspons pasar. Defisit keseimbangan primer pada semetster I 2017 sebesar Rp68,2 triliun, turun dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Keberhasilan itu menunjukkan pemerintah berusaha untuk memperbaiki APBN tanpa membebani ekonomi," katanya.

Sementara itu bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei bergerak naik 19,05 poin (0,09 persen) ke 20.118,86, indeks Hang Seng menguat 81,06 poin (0,31 persen) ke 26.470,29, dan Straits Times menguat 5,91 poin (0,18 persen) ke posisi 3.293,43.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK: Ekonomi

Berikan Komentar