Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
ISIS Kehilangan Tokoh Propaganda
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Tragis, Nenek Ini Tinggal di Kandang Babi Bertahun-tahun
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang


Toleransi di UEA, Nama Masjid Ini Diubah Jadi Maria Ibu Yesus

Sabtu, 17 Juni 2017 - 13:59:51 WIB


Toleransi di UEA, Nama Masjid Ini Diubah Jadi Maria Ibu Yesus
© daijiworld.com
Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi, United Arab Emirates.

SUKABUMIUPDATE.com - Pangeran mahkota Mohammed bin Zayed bin Sultan Al-Nahyan memerintahkan pergantian nama masjid Sheikh Mohammad Bin Zayed  menjadi Mariam Umm Eisa yang artinya Maria Ibu Yesus sebagai wujud toleransi di UEA. 

Pergantian nama masjid besar itu, mengutip Al Arabiya.net, (15/6), untuk mempromosikan penghormatan terhadap keberagaman dan toleransi di UEA. 

"Murni kemanusiaan dan menggambarkan foto yang cerah tentang toleransi yang nyata dan koeksistensi di UEA," kata Menteri Negara bidang toleransi Uni Emirat Arab, Sheikha Lubna al-Qasimi. 

Qasimi menjelaskan, masjid yang berlokasi di  Abu Dhabi, ibu kota UEA, sebagai cerminan nilai-nilai toleransi dan koeksistensi karena di kawasan itu banyak tempat-tempat ibadah. 

Kepala Keuskupan Gereja Katolik di bagian selatan Arab, Paul Hinder menyambut pergantian nama masjid dengan nama baru masjid Maria Ibu Yesus.

"Dia (Maria) merupakan sosok terkemuka yang ada di Alkitab begitu juga di Al-Quran, dan merupakan jalinan penting antara Kristen dan Muslim," kata Uskup Hinder yang kantornya hanya berjarak beberapa meter dari masjid Maria Ibu Yesus. 

Rohaniawan senior Canon Thompson dari gereja Anglican St. Andrews menyatakan kebahagiaannya dengan pergantian nama masjid itu. 

"Kami senang dan merayakan sesuatu yang kita miliki bersama tentang dua keyakinan kita," kata Thompson seperti dikutip dari Gulf News. 

Pada Februari lalu, kata pemimpin kota Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, UEA membuka kantor Kementerian Toleransi untuk mempromosikan toleransi sebagai nilai-nilai mendasar dari masyarakat UEA. 

Selain mengganti nama masjid, pihak gereja UEA juga untuk pertama kali membuat gebrakan dengan membuka pintu gereja Al Ain untuk umat Muslim menjalankan ibadah magrib pekan ini. 

Pihak gereja menggelar karpet di lantai kayu gereja bagi sekitar 200 pekerja Muslim warga Asia untuk bersembahyang. 

Kabinet UEA pada Juni lalu menyetujui Program Toleransi Nasional berdasarkan enam pilar, yakni Islam, Konstitusi, warisan dan etika Zayed UEA, konvensi internasional, arkeologi dan sejarah, serta nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai umum. Toleransi di UEA menjadi agenda penting pemerintah UEA seiring semakin meningkatnya paham radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme global. 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar