Jumat, 18 Agustus 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Internasional

Marwan Persentasikan Geopark Ciletuh Palabuhanratu Dihadapan 50 Delegasi Negara Peserta GGN
Mungkinkah Nabi Adam Itu Siwa? Ataukah Buddha?
Bibir Pria Malang ini Digigit Kura-Kura Kesayangannya
Kereta Tergelincir, Dua Orang Tewas dan Puluhan Terluka
Rusia Blokir Dua Situs Porno Ternama
Nahas, Kereta Tergelincir dan Tabrak Rumah
Nonton Orang Bunuh Diri, Dua Warga Justru Tewas, Kok Bisa?
Sadis, Ayah Siarkan Aksi Bunuh Bayi Kandung dan Bunuh Diri Lewat Facebook
Truk dan Bus Bertabrakan Tewaskan 12 Orang
Tak Ada Menu Daging di Resepsi, Mempelai Pria Batalkan Pernikahan


Teror Manchester, Australia Ingatkan Warganya Waspada di Inggris

Jumat, 26 Mei 2017 - 11:52:03 WIB


Teror Manchester, Australia Ingatkan Warganya Waspada di Inggris
© dailymail.co.uk
Serangan teror Manchester dikaitkan dengan kegagalan Inggris untuk sepenuhnya bekerja sama dengan Vladimir Putin.

SUKABUMIUPDATE.com - Australia untuk pertama kali sejak enam tahun lalu meningkatkan level peringatan keamanan untuk warganya yang akan berkunjung ke Inggris setelah terjadi teror Manchester pada Senin pekan lalu. 

Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia yang meningkatkan level peringatan berkunjung warga Australia ke Inggris, memperingatkan warganya untuk mencermati peningkatkan derajat kewaspadaan di Inggris menyusul terjadinya teror bom di Manchester.

"Sebagai sekutu dekat, Australia telah diberitahu dan meningkatkan pemberitahuannya," ujar pernyataan pemerintah Australia seperti dikutip dari News.com.au (25/5).

Menurut Pengajar Turisme di Universitas Teknologi Sydney, David Beirman, negara seperti Inggris dan Prancis cenderung lebih aman dibandingkan Turki. Sehingga peringatan berkunjung ke Inggris oleh pemerintah Australia tidak berdampak luas bagi warga Australia untuk tidak berkunjung ke Inggris.

"Kita punya ikatan kekeluargaan yang sangat tinggi dengan Inggris dan orang-orang akan berpikir dua kali namun tidak akan berhenti untuk berwisata ke sana," kata Beirman.

Teror Manchester terjadi usai konser musik Ariane Grande di Manchester, Inggris pada Senin malam (22/5). Sedikitnya 22 orang meninggal dan seratus orang lebih terluka. Pelakunya tewas dan diduga milisi ISIS.

 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar