Selasa, 26 September 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Ekonomi

Disedot Online, Penumpang Angkutan Umum di Kota Sukabumi Berkurang Hingga 80 Persen
APBD Kabupaten Sukabumi Rp3,161 T, Ini Komposisinya
Ini Cara Ribuan Karyawan PT Muara Tunggal Kabupaten Sukabumi Tolak Rentenir
Di Sukabumi, si Pleci Bisa Seharga Motor Sport
Anda Perlu Ayam Kampung? Datanglah ke Cicantayan Kabupaten Sukabumi
Seluruh Tol Bocimi Ditargetkan Selesai 2019
Mengintip Masa Depan Jampang dari Secangkir Kopi
Kisah Pelipur Lara di Gang Lipur Kota Sukabumi
Dari Nyalindung Menuju Pasar Teh Dunia
Happy Juice dari Cibadak, Ketika Kerja Keras Tidak Pernah Mengkhianati Hasil


Ternyata, Dibalik Pindahnya Terminal Kota Sukabumi Menyisakan Kesedihan Bagi Ai Suhara

Rabu, 13 September 2017 - 15:24:41 WIB


Ternyata, Dibalik Pindahnya Terminal Kota Sukabumi Menyisakan Kesedihan Bagi Ai Suhara
© Reihan Ghifari
Ai Suhara (40 tahun), sedang menggoreng tempe dagangan di tokonya di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Pindahnya terminal lama, dan armada angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), serta Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), pada 28 Oktober 2016 ke Terminal KH A Sanusi, Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, ternyata meninggalkan kisah pilu, seperti dialami Ai Suhara (40 tahun).

Ai yang sudah belasan tahun mengais rezeki di sekitaran terminal lama Sukabumi, Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, sebagai pedagang oleh-oleh, terkena imbas yang cukup signifikan.

Ia pun merupakan satu-satunya pedagang oleh-oleh yang tetap bertahan di terminal lama Sukabumi. Sedangkan pedagang oleh-oleh lainnya, memilih pindah ke terminal baru, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

"Saya pedagang oleh-oleh terakhir di sekitaran terminal lama Sukabumi ini, tahun lalu (2016), ketika mendengar terminal akan dipindahkan, saya sangat sedih, karena pendapatan saya akan berkurang," tuturnya kepada sukabumiupdate.com, sewaktu disambangi di Jalan Sudirman, Kota Sukabumi, Rabu (13/9/2017).

Omzet Ai yang awalnya bisa mencapai sekitar satu juta rupiah per hari, kini hanya mendapatkan kurang lebih tiga ratus ribu rupiah saja dalam per harinya, itupun sangat sulit pembelinya.

"Saya pernah mencoba pindah, berjualan di terminal baru sebentar, tapi sangat sepi pembeli. Teman saya jualan oleh-oleh di terminal baru juga tidak bertahan lama. Satu, dua bulan, langsung tutup kembali, karena tempatnya tidak strategis dari hilir mudiknya pengunjung terminal," tambah Ai dengan nada mengeluh.

Ai yang tetap bertahan berjualan di terminal lama Sukabumi, hanya mengandalkan pembeli yang melalui jalan tersebut. Tidak terlihat lagi, pembeli dari pengunjung terminal yang dulu biasanya lalu lalang menghampiri toko, yang tepat di depan terminal lama Sukabumi tersebut.

"Sepi sekali pembeli, hanya mengandalkan pengendara motor atau mobil yang lewat saja. Penurunan omzet sangat drastis sekali, terminal pindah, jualan langsung drop. Ya, mau gimana lagi, sekarang mah cuma bertahan saja buat bisa ngehidupin biaya sehari-hari," pungkas Ai, dengan raut muka diliputi kesedihan.

Reporter: REIHAN GHIFARI/Kontributor
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar