Jumat, 23 Juni 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

22 Tahun AQUA Ambil Air di Sukabumi Tanpa Izin
Tewas di Kolam Renang Cimalati, Pelajar SMA N 1 Parungkuda Kabupaten Sukabumi
Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Bertambah, Korban Jambret Payudara di Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi Rekomendasikan Penutupan Sementara Pabrik Aqua
Siapa Preman di Balik Kasus Pungli Naker di Pabrik GSI Kabupaten Sukabumi?
Kronologis Rusuh BBRP dan PP di Pamuruyan Kabupaten Sukabumi
Marak Aksi Jambret Payudara, Ini Kesaksian Dua Wanita Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi
BBRP dan PP Perang di Pamuruyan Cibadak Kabupaten Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa


Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki

Selasa, 23 Agustus 2016 - 18:00:07 WIB


Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
© Adam Surya/sukabumiupdate.com
Pot bunga yang dibangun diatas trotoar di Jalan Batusapi Palabuhanratu.

SUKABUMIUPDATE.COM - Pot bunga permanen yang dibuat oleh Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) Kabupaten Sukabumi di Jalan Batusapi, Kecamatan Palabuhanratu, dinilai melanggar hak pejalan kaki.

Posisi pot bunga berukuran besar ini menyerobot ruang trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Dari pantauan sukabumiupdate.com, pot bunga berbentuk persegi panjang berukuran besar ini, dibangun permanen tepat di tengah-tengah trotoar. Akibat keberadaan pot bunga ini, hanya sedikit tersisa ruang di trotoar yang tidak memungkinkan untuk dilalui para pejalan kaki.

Sementara Kepala Seksi Pertamanan (Tarkimsih) Kabupaten Sukabumi Agus Sofyan mengatakan, pembuatan pot bunga di tengah trotoar Jalan Batusapi, Palabuhanratu adalah penataan, bukan alih fungsi.

"Itu dalam rangka penataan, menyesuaikan dengan program di Jalan Siliwangi," terang Agus kepada sukabumiupdate.comSelasa (23/8).

Lebih lanjut Agus mengatakan, adanya pot bunga di trotoar Jalan Batusapi tersebut sudah melalui pertimbangan. "Pertama di sana lokasinya dekat kuburan sehingga sepi atau jarang ada pejalan kaki, kedua untuk menunjang PON juga biar terlihat lebih indah. Dan untuk ukuran pot sekarang sudah diperkecil, nanti pun akan dibuatkan trotoar untuk sebelah kirinya," terang Agus.

Pemerhati masalah lingkungan Bayu Risnandar menilai, bahwa dengan membangun fasilitas penghijauan yang asal-asalan ini, terlihat pemerintah daerah tidak memiliki konsep.

“Harusnya belajar dari Kota Bandung saat menyambut Konferensi Asia Afrika (KAA). Mereka juga mempercantik kota dengan membangun banyak pot bunga dan kursi taman, namun tidak permanen, dan terlebih dulu dengan memperlebar trotoar yang ada,” ungkap pemerhati lingkungan Bayu Risnandar.

Lebih lanjut Bayu mengatakan, niat pemerintah daerah untuk mempercantik dan memperindah kota, dinilai Bayu sudah salah kaprah. “Niatnya Itu bagus tapi jika dilakukan seperti ini, menurut saya sudah mengalihfungsikan dan merampas hak pejalan kaki,” ujar Bayu.

Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi diminta segera membongkar pot-pot bunga di sepanjang Jalan Batusapi, Palabuhanratu tersebut.

“Kita memang harus mendukung gelaran PON XIX Jawa Barat, karena Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu tuan rumah, tetapi jangan melanggar aturan dan merampas hak pejalan kaki,” ungkap Bayu.

Lebih jauh ia menuturkan, dalih trotoar di Jalan Batusapi jarang dilalui pejalan kaki tidak bisa dijadikan alasan. “Trotoar di mana pun jelas peruntukannya, yaitu untuk pejalan kaki bukan untuk ditanami,” katanya. 

Reporter: ADAM SURYA
Redaktur: FIT NW
Penyunting: KHOLFI AULADI
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:

Berikan Komentar