Sabtu, 18 November 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Terpeleset di Jembatan, Bocah Sindangpalay Kabupaten Sukabumi Terseret Arus Sungai Cibeubeur
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Ribuan Buruh di Parungkuda Dibubarkan, Ternyata Ini Alasannya
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi


Suami Lumpuh, Warga Cibiru Kabupaten Sukabumi Ini Jadi Tulang Punggung

Jumat, 21 Juli 2017 - 19:30:51 WIB


Suami Lumpuh, Warga Cibiru Kabupaten Sukabumi Ini Jadi Tulang Punggung
© Rojak Daud
Jajang dan Oom, Pasutri asal Kampung Cibiru Desa Bantarsari.

SUKABUMIUPDATE.com – Nasib pasangan suami istri (Pasutri) asal Kampung Cibiru Desa Bantarsari Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini sungguh malang.

“Suami sudah mau tiga tahun tidak bisa kerja, karena lumpuh layu bagian kaki kirinya,” ungkap Oom (61 tahun) istri Jajang (70 tahun) saat disambangi sukabumiupdate.com di kediamannya, Jumat (21/7/2017).

BACA JUGA: Suami Stroke Anak Gangguan Mental, Sederhana Keinginan Warga Pasiripis Kabupaten Sukabumi Ini

"Kalau dulu, bapak kerja serabutan jadi petani. Sekarang lumpuh akibat jatuh dari motor," terang Oom.

Menurutnya, setelah Jajang (Suaminya-red) tak bisa bekerja lagi, kini Ia yang jadi tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kesehariannya bekerja jadi buruh di pabrik Bata merah, dengan penghasilan paling tinggi Rp50 ribu dalam waktu empat hari.

BACA JUGA: Nek Iyah Warga Kota Sukabumi, Stroke dan Hidup Bersama Anaknya yang Alami Gangguan Jiwa

Oom merinci, saat sehat sehari paling banyak mengasilkan 300 Bata merah dikali Rp50 per Bata, kalau dalam empat hari menghasilkan 1.000 Bata merah.

"Kadang badan lagi kurang sehat, paling 150 Bata per hari. Tapi memaksakan untuk kerja, biar ada penghasilan buat makan berdua," terangnya dengan suara lirih.

BACA JUGA: Bapak Bisu, Ibu Lumpuh, Dua Anak Tak Sekolah karena Tiada Biaya, Warga Cioray Kabupaten Sukabumi

Kini, Oom berharap ada bantuan berupa alat bantu untuk suaminya. “Seperti kursi roda, karena sehari-hari masih menggunakan Itek (Tongkat kayu),” harapnya.

Pasutri ini sebetulnya memiliki dua orang anak, namun kini masing-masing sudah berkeluarga.

Reporter: ROJAK DAUD
Redaktur: RUDI RUSMANA
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar