Sabtu, 21 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Soal SDN Cirengrang, DPRD Kabupaten Sukabumi akan Panggil Dinas Pendidikan

Jumat, 14 April 2017 - 15:00:41 WIB


Soal SDN Cirengrang, DPRD Kabupaten Sukabumi akan Panggil Dinas Pendidikan
© Usman Abdul Faqih
SDN Cirengrang Tegalbuled Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi berencana memanggil Dinas Pendidikan terkait nasib siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cirengrang, di Dusun Cimanggu Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuled.

“Selama ini kita memberikan support dan dukungan penuh terhadap dunia pendidikan, namun masalah SDN Cirengrang ini memang harus dicarikan solusi terbaik,” jelas Badri Suhendi, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/4).

Badri mengatakan, segera memanggil Dinas Pendidikan untuk mencari solusi bersama terkait persoalan tersebut. “Kita akan evaluasi program bantuan, terutama BOS (bantuan operasional sekolah). Kok siswanya sedikit sekali, jangan-jangan warga di sana nggak tau kalau sekolah itu gratis karena ditanggung negara melalui BOS,” lanjut Badri.

Diberitakan sebelumnya, pada tahun ajaran ini, jumlah keseluruhan siswa di SDN Cirengrang dari sekolah satu hingga kelas enam, hanya sembilan orang saja . “Ada yang salah dengan sosilisasi wajib belajar di daerah tersebut. Kita juga akan berkunjung ke lokasi untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana,” sambungnya.

Badri juga menyoroti fasilitas pendukung pendidikan, karena saat ini tercatat hanya ada satu orang guru untuk semua kelas itu pun berstatus tenaga honorer. “Maksud sekolah tersebut naik status menjadi negeri pada tahun 2005 silam, itu kan agar bisa mengakses bantuan, tak hanya BOS, ada program lainnya. Termasuk guru dan bangunan sekolah, serta fasilitas lainnya,” pungkas Badri.

Sementara, dalam rilis diterima sukabumiupdate.com, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman melalui Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jumat (14/4), menjelaskan, perbaikan gedung sekolah pada 2005 untuk merangsang warga setempat agar bersekolah.

“Sekolah itu dibangun oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi sekitar tahun 2005, tujuannya untuk merangsang masyarakat setempat agar mau menyekolahkan anak-anaknya,” ungkap Maman dalam rilis tersebut.

Lebih lanjut maman menambahkan, keberadaan sekolah itu ternyata tidak berkembang. Jumlah siswa yang mengenyam pendidikan tidak bertambah. “Sekarang saja jumlah siswa keseluruhan hanya sembilan anak. Kalau kami bangun dengan layak nanti malah kami yang disalahkan. Misalkan kita bangun enam lokal kelas sementara siswanya tidak ada itu tidak memenuhi syarat, buat apa kita bangun sekolah sementara siswanya tidak ada," bebernya.

BACA JUGA:

Selama 12 Tahun Jalan Kaki 14 Km per Hari, Guru SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Setiap Hari Hormat Bendera, Empat Cita dari 9 Pelajar SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Ini Sejarah Berdirinya SDN Cirengrang Kabupaten Sukabumi

Soal status SDN Cirengrang yang sudah negeri, Maman juga menjelaskan status itu disematkan agar SDN Cirengrang mendapat bantuan operasional. "Makanya sengaja dinegerikan, agar dapat bantuan operasional dan ada keberlanjutan kegiatan belajar mengajar di tempat itu," ungkapnya.

Soal hanya ada satu orang guru yang mendapatkan honor Rp300 ribu perbulan tanpa tunjangan, Maman menjelaskan dalam ketentuan, kewajiban guru itu mengajar 1 berbanding 20, artinya 1 guru mengajar 20 siswa, Kalau tidak 20 siswa otomatis guru tersebut tidak akan mendapat tunjangan.

“Pak Dadang, satu-satunya guru di SDN Cirengrang ini hebat. Beliau mau menjadi tenaga pengajar meski dengan honor yang tidak seberapa," lanjut Maman.

Maman juga menegaskan, tidak mau dicap tidak peduli dengan kondisi sekolah yang dikatakan tidak layak tersebut. Ada sejumlah faktor ketika pemerintah mendirikan sekolah layanan khusus di antaranya adalah ketersedian, keterjangkauan, kesetaraan, dan keterjaminan.

Ketersediaan dimaksudkan untuk menyediakan layanan pendidikan meski berada di kampung terpencil, Keterjangkauan bertujuan agar penduduk mampu mengakses pendidikan terdekat.

"Dari Kampung Cirengrang ke sekolah dasar terdekat itu berjarak tujuh kilometer, 14 kilometer pulang pergi. Apa kita tega anak-anak berjalan ke sekolah dengan kondisi akses menuju sekolah itu cukup jauh. SDN Cirengrang itu setara dengan sekolah lainnya, bertujuan merangsang warga setempat untuk mau menyekolahkan anak-anaknya mengenyam pendidikan yang layak,” tambahnya.

Ditambahkannya, Disdik Kabupaten Sukabumi pada 2017 mendatang akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membangun lokal kelas baru di SDN Cirengrang. "Kita akan tetap bangun satu lokal untuk mengganti ruangan belajar yang ada sekarang. Ini sudah masuk dalam agenda kami," pungkasnya.

Reporter: USMAN ABDUL FAQIH/Kontributor
Redaktur: FIT NW
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com





Berikan Komentar