Rabu, 18 Oktober 2017 - WIB
Follow Us:

Top 10 Sukabumi

Lapar Tak Ada Nasi, Bayi di Nyalindung Kabupaten Sukabumi Dilempar Ayah Kandung ke Tungku Api
Pelaku Pembuangan Bayi Laki-laki Gegerbitung Kabupaten Sukabumi, Ternyata Siswi SMK
Mengamuk dan Merusak, Satu Diamankan Tiga Orang Lainnya Dalam Pencarian Polresta Sukabumi
Berdarah-darah, Buruh PT Monami Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Meregang Nyawa
Di Dua Lokasi Berbeda, Dua Pelajar SMK di Cibadak Kabupaten Sukabumi Jadi Korban Pembacokan
Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Langgar Hak Pejalan Kaki
Diduga Dibuang Ibu Kandung, RS Sekarwangi Cibadak Kabupaten Sukabumi Rawat Bayi Mungil
Perkosa Cucu Dua Kali Usai Nonton Film Biru, Kakek dari Ciambarjaya Kabupaten Sukabumi
Polsek Cicurug Gelar Olah TKP di PT Koin Baju Global Kabupaten Sukabumi
Tiga Rumah dan Dua Mobil Hilang Tergerus Banjir Cidolog Kabupaten Sukabumi


Soal Macet, DPRD Kabupaten Anggap Wajar Keluhan Pejabat Kota

Jumat, 16 Desember 2016 - 12:46:03 WIB


Soal Macet, DPRD Kabupaten Anggap Wajar Keluhan Pejabat Kota
© Kadaffa
Salah satu titik kemacetan di Utara Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menanggapi keluhan pejabat Kota Sukabumi terkait keberadaan pabrik di sepanjang Utara Sukabumi sebagai salah satu faktor biang macet. Namun kondisi tersebut tidak serta merta dibebankan kepada pemerintahan saat ini, karena merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya.

Tanggapan itu muncul setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi Hanafie Zein menyoroti di lintasan jalan penghubung antardaerah itu, banyak titik kemacetan akibat berdirinya pabrik-pabrik. Kondisi itu membuat pertumbuhan ekonomi khususnya investasi menjadi lamban bahkan bisa dikatakan stagnan.

“Kemacetan tidak hanya dirasakan oleh warga Kabupaten, tetapi juga Kota Sukabumi. Orang jadi berpikir panjang untuk datang ke Sukabumi gara-gara macet. Melalui Sukabumi Summit 2016, percepatan pembangunan jalan tol koridor Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung bisa segera terealisasi,” ujar Hanafie, Kamis (15/12).

Menurut Ketua Komisi I DPRD Asep Suherman, berdirinya pabrik-pabrik di jalur Utara Sukabumi, terjadi pada era pemerintahan sebelumnya. Kendati demikian, pihaknya juga akan turut “memutar otak” mencari solusi untuk mengurai kemacetan yang saban hari terjadi.

“Pada 2017 kami akan merivisi rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Termasuk mengotimalkan kawasan industri di Kecamatan Ciambar dan Cikembar yang harus didukung oleh infrastruktur baik. Nanti pabrik-pabrik baru dipusatkan di sana. Untuk pabrik yang sudah berdiri sekarang, diwajibkan membuat cekungan untuk lahan parkir,” jelasnya.

Solusi lainnya, lanjut Asep yakni mendesak eksekutif untuk melebarkan dan memperbaiki ruas jalan alternatif, baik alternatif Cicurug-Parungkuda, maupun Cibadak-Karangtengah. Termasuk membuat ruas jalan alternatif lainnya. Misalnya dari Cikembar ke Cibadak melewati Gunungguruh.

“Wajar saja disentil juga. Mungkin mereka kesal. Tapi soal macet ini sudah bertahun-tahun dan tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada Pemerintahan pak Marwan Hamami dan pak Adjo Sardjono,” kilahnya.

Reporter: KADAFFA/Kontributor
Redaktur: ZOEL S
E-mail Redaksi: sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing: marketingsukabumiupdate@gmail.com




TOPIK:Sukabumi

Berikan Komentar